JAKARTA, DigiTVNews.com -- ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi, baru-baru ini menggelar ZTE Global Services Ecosystem Forum 2026 di Jakarta, Indonesia. Mengusung tema "Ultimate Service for an AI-Driven Win-Win Future", forum ini mempertemukan lebih dari 100 tamu undangan, termasuk perwakilan organisasi industri, institusi akademik, operator, dan mitra layanan jaringan dari kawasan Asia Pasifik.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas secara mendalam pembangunan ekosistem layanan digital-cerdas yang digerakkan oleh strategi "Connectivity + Computing", mendorong rekayasa berbasis AI berkualitas tinggi, serta memetakan jalur praktis menuju inovasi teknologi.
Rayakan Milestone Proyek Integrasi Jaringan XLSMART
Bersamaan dengan forum, digelar pula seremoni perayaan pencapaian milestone proyek integrasi jaringan XLSMART. Sebagai proyek integrasi jaringan terbesar di Indonesia yang dimulai sejak Mei 2025, proyek ini telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi dari Ookla, yakni "Fastest 5G Network in Indonesia in H2 2025" dan "Best Mobile Network in 2026".
Pencapaian ini dinilai bukan hanya bukti kemampuan eksekusi proyek yang solid dari seluruh pihak, tetapi juga menjadi contoh nyata kolaborasi mendalam antara ZTE dan mitra lokalnya dalam membangun ekosistem digital-cerdas, sekaligus memperkuat fondasi digital yang tangguh bagi ekonomi digital Indonesia.
Shurish Subbramaniam, Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, yang hadir sebagai tamu khusus, mengapresiasi hasil kemitraan ini dan menyatakan harapannya akan kolaborasi yang lebih dalam ke depan, khususnya di bidang optimalisasi jaringan berbasis AI dan komersialisasi inovasi bersama.
Strategi "All in AI, AI for All"
Sun Fangping, Senior Vice President ZTE sekaligus Presiden Global Services, dalam pidato pembukaannya menyampaikan bahwa jaringan komunikasi global tengah memasuki fase baru dengan integrasi mendalam antara "Connectivity + Computing + Intelligence". Dalam proses ini, ZTE menjalankan strategi "All in AI, AI for All" dengan membangun sistem pengiriman layanan (delivery system) yang berbasis AI native, ditopang platform digital, digerakkan oleh AI agent, dan diperkuat kolaborasi multi-agent.
Sun menegaskan bahwa daya saing sejati tidak hanya bersumber dari teknologi semata, tetapi juga dari luasnya sinergi ekosistem. ZTE berkomitmen pada prinsip ekosistem "keterbukaan, kolaborasi, dan altruisme", bekerja sama dengan lebih dari 2.900 mitra layanan jaringan global untuk mengembangkan teknologi, membangun kapabilitas, dan berbagi nilai bersama.
Sementara itu, Zhang Jianpeng, Senior Vice President ZTE sekaligus Presiden Asia-Pasifik dan CIS, memaparkan visi strategis ZTE dalam memperdalam pembangunan infrastruktur digital untuk memberdayakan ekonomi digital kawasan.
Dalam sesi keynote, Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Direktur DISM, dan CMO ZTE Indonesia berbagi pandangan mengenai evolusi teknologi telekomunikasi, prospek industri data center Indonesia, serta tren konvergensi konektivitas dan komputasi.
Forum ini juga menghadirkan diskusi panel yang mempertemukan perwakilan dari Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Project Management Institute (PMI APAC), XLSMART, CYIT, dan ZTE, yang membahas infrastruktur komputasi, penerapan AI di berbagai skenario, serta pengembangan industri lokal.
Selain penyerahan penghargaan kepada mitra terbaik tahun ini, para tamu juga berkesempatan mengunjungi ZTE-XLSMART Joint Innovation Center untuk melihat langsung inovasi lokal seperti jalur komersialisasi 5G, operasi dan pemeliharaan (O&M) berbasis AI, hingga transformasi digital lintas industri.
ZTE Global Services Ecosystem Forum sendiri telah digelar selama lima tahun berturut-turut sebagai platform yang menyaksikan penguatan kolaborasi ZTE dengan mitra globalnya dalam pengiriman proyek, berbagi sumber daya, dan pengembangan kapabilitas bersama.
Belum ada komentar yang ditayangkan.