JAKARTA, DigiTVNews.com -- Nama Chery selama ini identik dengan kendaraan listrik dan otomotif di Indonesia. Namun, pada Rabu, 9 September 2026, perusahaan asal Tiongkok itu memperlihatkan sisi lain bisnisnya lewat AiMOGA Robotics, anak usaha di bidang robotika, yang resmi membuka gerai fisik pertamanya di Indonesia bertajuk AiMOGA Experience Store di Agora Mall, Jakarta Pusat.
Gerai ini menjadi fasilitas pertama di Tanah Air yang memungkinkan masyarakat umum, komunitas, hingga pelaku industri untuk melihat, mencoba, bahkan langsung berinteraksi dengan robot humanoid sungguhan, sesuatu yang selama ini kebanyakan orang Indonesia hanya menyaksikannya lewat video atau pameran teknologi.
"Pembukaan AiMOGA Experience Store pertama di Indonesia menjadi tonggak penting bagi kami di Indonesia. Melalui experience store ini, masyarakat dan pelaku industri dapat mengenal dan mengeksplorasi teknologi Embodied Intelligence secara langsung, sekaligus melihat penerapannya dalam berbagai skenario nyata untuk membantu aktivitas manusia," kata Director of AiMOGA Indonesia, Yuri Yin, dalam keterangan resminya.
Dalam peluncuran perdana ini, AiMOGA memperkenalkan dua lini produk robotik andalannya kepada publik Indonesia:
Mornine merupakan robot humanoid yang dilengkapi integrasi AI multimodal, kamera, sensor, hingga LiDAR untuk kemampuan navigasi mandiri. Robot ini dirancang untuk berbagai tugas interaktif, seperti menyambut tamu, memberikan informasi, hingga menyampaikan pengetahuan produk kepada pengunjung. Dari sisi keamanan, Mornine telah mengantongi sejumlah sertifikasi internasional, yakni CE-MD, EN 18031, CE-RED, serta FCC dari Amerika Serikat, yang mencakup aspek keselamatan mesin, keamanan siber, perlindungan data, hingga standar komunikasi perangkat.
Argos adalah robot berkaki empat yang mendukung perintah suara dan mampu merespons sentuhan. Robot ini difungsikan sebagai pendamping yang bisa mengikuti penggunanya secara otomatis, membantu membawa barang, serta mendukung kebutuhan pemantauan atau monitoring.
Berdasarkan laporan sejumlah media teknologi, harga indikatif kedua robot ini terbilang cukup tinggi: Mornine dilaporkan dibanderol sekitar Rp800 jutaan, sementara Argos berada di kisaran Rp50 jutaan. Namun, harga pasti dapat bervariasi tergantung konfigurasi dan layanan tambahan yang dipilih pelanggan.
Berbeda dari pameran teknologi biasa yang sifatnya sekadar demonstrasi, AiMOGA Experience Store dirancang sebagai pusat layanan penuh. Selain memamerkan produk, gerai ini menawarkan layanan konsultasi bagi calon pengguna, mulai dari skema pembelian hingga penyewaan robot sesuai kebutuhan dan skala penggunaan.
Skema sewa ini dinilai cukup strategis karena calon pengguna tidak wajib membeli robot secara permanen, melainkan bisa menyewanya untuk kebutuhan pameran, layanan pelanggan, acara tertentu, demonstrasi teknologi, hingga skenario operasional lain. Model ini diharapkan bisa menurunkan hambatan adopsi, mengingat harga robot humanoid masih relatif tinggi dibanding perangkat elektronik pada umumnya.
Untuk mendukung operasionalnya, AiMOGA juga menyediakan operator terlatih, layanan pelanggan, dukungan teknis dan perangkat lunak, hingga pemeliharaan produk secara berkelanjutan.
Ekspansi AiMOGA ke Indonesia tidak lepas dari kekuatan jaringan bisnis global induk usahanya, Chery. Secara global, Chery tercatat memiliki lebih dari 11.000 titik layanan dan melayani lebih dari 17,7 juta pengguna di lebih dari 120 negara dan wilayah, jaringan yang disebut perusahaan bakal dimanfaatkan untuk mempercepat ekspansi bisnis robotika AiMOGA di berbagai pasar, termasuk Indonesia.
Kehadiran gerai pertama ini setidaknya menjadi penanda bahwa robot humanoid di Indonesia mulai bergeser dari sekadar atraksi pameran menjadi produk yang benar-benar bisa dicoba, dibeli, disewa, dan diterapkan langsung untuk kebutuhan sehari-hari maupun bisnis. Meski begitu, tantangan sesungguhnya baru akan terlihat setelah robot-robot ini benar-benar dipakai di lapangan, mulai dari soal keamanan, perlindungan data, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan nyata, hingga kesiapan teknisi lokal dalam mendukung operasional jangka panjang.
Belum ada komentar yang ditayangkan.