DigiTVNews.com -- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) tidak hanya diisi upacara dan seremoni. Di sejumlah kota, mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil memilih turun ke jalan. Di Jakarta, massa memusatkan aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), sementara unjuk rasa serupa berlangsung di Bandung dan Yogyakarta.
Aksi ini digerakkan Komite Selamatkan Daulat Rakyat atau Seruan Kedaulatan Rakyat (Sadar), gabungan badan eksekutif dan organisasi mahasiswa dari sejumlah kampus, antara lain UI, ITB, Unpad, Undip, UGM, dan Unair. Demonstrasi ini merupakan lanjutan aksi #IndonesiaSadar di kawasan Tugu Tani pada 20 Oktober lalu.
Ada lima tuntutan yang dibawa. Pertama, penetapan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional. Kedua, pembenahan kebijakan ekonomi dan anggaran. Ketiga, pendidikan yang lebih terjangkau. Keempat, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kelima, pengembalian kebebasan bersuara, pengadilan pelanggaran hak asasi manusia, dan penghentian militerisasi ruang sipil.
Massa mulai berdatangan sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Polda Metro Jaya sebelumnya mengumumkan rekayasa lalu lintas situasional di kawasan DPR/MPR, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani. Katadata melaporkan sekitar 4 ribu orang mengikuti aksi di Bundaran HI. Mahasiswa sempat diadang barikade aparat, tetapi akhirnya berhasil menembus hingga titik aksi. Di sana mereka membacakan ikrar tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia, lalu memikul replika salib merah setinggi sekitar lima meter.
Di Yogyakarta, aksi gabungan di koridor Malioboro hingga Titik Nol Kilometer ricuh pada Rabu malam. Aliansi Jogja Memanggil mencatat 32 korban yang mereka sebut sebagai korban represifitas aparat dan preman. Angka itu merupakan klaim aliansi. Sementara di Bandung, mahasiswa menggelar aksi di Gedung DPRD Jawa Barat dengan menyoroti isu karhutla dan program Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah sebelumnya mengimbau agar aksi berlangsung tertib, aman, dan damai. Melalui Syahganda, pemerintah menyatakan tidak antikritik dan siap menampung tuntutan mahasiswa. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto juga memerintahkan personelnya bersikap humanis dalam pengamanan.
Gelombang aksi 28 Oktober menunjukkan bahwa semangat Sumpah Pemuda dibaca ulang oleh generasi muda sebagai ruang menagih tanggung jawab negara. Publik kini menunggu respons konkret pemerintah atas lima tuntutan tersebut.
Belum ada komentar yang ditayangkan.