Jumat, 30 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Saat AI Belajar dari Lagu Daerah, Pemerintah Siapkan Enam Langkah Jaga Hak Musisi dan Komunitas Pemilik Tradisi ◆ Bukan Sekadar Bangun Jaringan, Menkomdigi Minta Raksasa Teknologi Amerika Wariskan Ilmu dan Talenta ◆ Trade-in Sampai Rp85 Juta dan Cashback Rp2,5 Juta Meriahkan Hari Pertama PEVS 2026 ◆ Populasi Kendaraan Listrik Tembus 541 Ribu Unit, PEVS 2026 Ajak Pengunjung Jajal Langsung Mobil dan Motor EV ◆ Sebelas Inovator Lolos Sandbox, Kini Dipertemukan dengan Rumah Sakit dan Investor lewat Garuda Spark
NASIONAL

Dari Jual Beli Data hingga Pencurian BTS, Komdigi dan Polri Percepat Kerja Sama Jaga Ruang Digital

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bertemu Kapolri Suyudi Ario Seto di Mabes Polri untuk memperkuat pemberantasan judi online lintas negara dan penipuan digital. Kedua pihak menilai kejahatan di ruang digital terlalu luas ditangani satu institusi sehingga langkah pencegahan dan penegakan hukum perlu digabungkan. Percepatan pelaksanaan nota kesepahaman Komdigi dan Polri yang diteken April 2026 menjadi pegangan kerja sama. Kolaborasi juga mencakup perlindungan infrastruktur telekomunikasi dari pencurian kabel dan perangkat BTS.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 28 Oktober 2026, 15:22 WIB · Diperbarui 30 Oktober 2026, 10:26 WIB · 3 dibaca
Menkomdigi Meutya Hafid bersama Kapolri Suyudi Ario Seto
— Foto: Komdigi

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Aduan masyarakat soal kejahatan di ruang digital terus datang dari berbagai arah, dan pemerintah menjawabnya dengan memperkuat kerja sama antarlembaga. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu Kapolri Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas pemberantasan judi online lintas negara, penipuan digital, dan berbagai kejahatan di ruang digital. Meutya mengatakan aduan yang masuk sangat beragam, mulai dari jual beli data, penipuan daring, judi online, pornografi, perundungan, hingga misinformasi dan hoaks.

Menurut Meutya, cakupan persoalan itu terlalu luas jika hanya ditangani Komdigi. Karena itu, kolaborasi dengan Polri dinilai penting agar langkah pencegahan dan penegakan hukum bisa berjalan bersamaan. Ia menyebut percepatan pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) kedua institusi sebagai salah satu jalannya. Meutya yakin kolaborasi yang lebih kuat dapat menekan angka judi online di dalam negeri.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Kapolri yang belum genap satu bulan menjabat, tetapi sudah menangani salah satu markas judi online dengan jaringan tidak hanya lokal, tetapi juga lintas negara.

Selain kejahatan di dunia maya, Meutya menyoroti pencurian kabel dan perangkat base transceiver station (BTS). Tindakan itu mengganggu akses internet dan layanan telekomunikasi di sejumlah daerah, sehingga perlindungan infrastruktur masuk dalam cakupan kerja sama.

Kapolri Suyudi menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi penguatan literasi masyarakat dan penegakan hukum yang cepat. Menurutnya, penipuan daring, judi online, dan love scam atau penipuan berkedok hubungan asmara perlu ditindak karena meresahkan masyarakat dan mengancam keamanan negara. Ia meyakini kejahatan semacam itu bisa dieliminasi lewat langkah-langkah cepat.

Suyudi juga menyoroti penyebaran hoaks yang berpotensi mengganggu keamanan di ruang digital. Ia menilai langkah di lapangan perlu ditopang regulasi yang kuat, sebagaimana juga disampaikan Meutya.

Suyudi berharap penguatan MoU yang diteken pada April lalu semakin mewujudkan keamanan digital nasional yang diharapkan masyarakat.

Hingga kini, kedua institusi belum merinci jadwal atau target terukur dari percepatan MoU tersebut. Rincian itu akan menjadi tolok ukur apakah sinergi di Mabes Polri benar-benar menurunkan judi online dan penipuan digital.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter