Rabu, 21 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
NASIONAL

Beras dan Minyak Goreng Adem, Giliran Cabai yang Bikin Pasar Tradisional Bergejolak

Pergerakan harga pangan nasional pada 22 September 2026 tercatat relatif stabil untuk sejumlah komoditas utama. Beras, telur ayam ras, dan minyak goreng tidak mengalami perubahan harga, sementara seluruh jenis cabai justru kembali mencatat kenaikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, cabai rawit merah bahkan menembus level Rp95.000 per kilogram.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 14:34 WIB · Diperbarui 21 Oktober 2026, 22:24 WIB · 2 dibaca
harga cabai naik
— Foto: www.msn.com

DigiTVNews.com -- Harga pangan hari ini, Selasa (22/9/2026), menunjukkan pergerakan beragam di pasar tradisional. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, sejumlah komoditas utama seperti beras, telur ayam ras, dan minyak goreng tidak mengalami perubahan harga alias relatif stabil. Namun, kenaikan paling terlihat justru kembali terjadi pada berbagai jenis cabai.

Cabai Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp95.000

Seluruh jenis cabai yang tercatat dalam data pangan nasional mengalami kenaikan harga. Harga cabai merah besar naik 1,86 persen menjadi Rp57.650 per kilogram, sementara cabai merah keriting meningkat lebih tinggi, yakni 4,55 persen menjadi Rp70.050 per kilogram.

Kenaikan turut terjadi pada cabai rawit hijau yang naik 2,63 persen menjadi Rp68.200 per kilogram. Kenaikan paling signifikan dicatat oleh cabai rawit merah, yang meningkat 1,93 persen hingga menembus level Rp95.000 per kilogram.

Beras dan Minyak Goreng Bertahan Stabil

Pada kelompok beras, seluruh varian yang tercatat dalam data PIHPS tidak mengalami perubahan harga. Beras kualitas bawah I bertahan di Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II berada di Rp14.700 per kilogram. Beras kualitas medium I dan II masing-masing tetap di harga Rp16.600 dan Rp16.400 per kilogram, sementara beras kualitas super I bertahan di Rp17.900 per kilogram dan beras kualitas super II berada di Rp17.350 per kilogram.

Stabilnya harga beras ini melengkapi tren serupa pada minyak goreng dan telur ayam ras yang juga tidak menunjukkan pergerakan harga signifikan hari ini.

Bawang Bergerak Berlawanan Arah

Di luar kelompok cabai, harga bawang merah ukuran sedang tercatat naik tipis 0,54 persen menjadi Rp37.450 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang putih ukuran sedang justru turun 0,38 persen menjadi Rp39.050 per kilogram, menunjukkan pergerakan yang berlawanan arah antara kedua komoditas tersebut.

Kenaikan harga cabai pada hari ini melanjutkan tren yang sudah terlihat sejak awal pekan. Pada Senin (21/9/2026), Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia mencatat kenaikan harga paling mencolok juga terjadi pada berbagai jenis kelompok cabai, disusul oleh daging sapi, sementara daging ayam ras segar justru mengalami penurunan harga.

Fluktuasi harga cabai memang kerap terjadi secara tajam dan berulang kali dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai perbandingan, pada awal September 2026, harga cabai rawit merah bahkan sempat melonjak hingga 11,76 persen dalam sehari akibat gangguan pasokan di sejumlah wilayah sentra produksi.

Meski harga sejumlah komoditas pokok seperti beras dan minyak goreng cenderung terkendali, fluktuasi harga cabai yang terus berulang menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan secara keseluruhan masih rentan terhadap gejolak musiman pada komoditas hortikultura.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter