Jumat, 23 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
NASIONAL

Titik Panas Naik 128 dalam Sehari, Menhut Kunci Empat Medan Api di Tanjung Puting

Pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 372 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional hingga Rabu (14/10/2026) pukul 21.00 WIB. Jumlah itu naik 128 titik atau 52,5 persen dibandingkan hari sebelumnya. Di Kalimantan Tengah, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau Balai Taman Nasional Tanjung Puting dan memimpin rapat penguatan penanganan karhutla bersama unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BNPB. Pemadaman diarahkan ke empat lokasi prioritas dengan tambahan sekitar 160 personel darat serta rencana pembuatan sumur bor.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 14:33 WIB · Diperbarui 22 Oktober 2026, 11:28 WIB · 4 dibaca
Kemenhut perkuat penanganan lapangan dan perlindungan TN Tanjung Puting
— Foto: kehutanan.go.id

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Jumlah titik panas di Indonesia melonjak dalam waktu singkat. Pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB mendeteksi 372 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional. Angka itu naik 128 titik atau sekitar 52,5 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 244 hotspot.

Sebaran terbesar berada di wilayah prioritas. Enam provinsi prioritas karhutla mencatat total 294 titik, dengan Kalimantan Tengah memimpin di angka 130 titik dari sebelumnya 65, disusul Sumatera Selatan 91 titik dan Kalimantan Barat 59 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat 5 titik dan Jambi 9 titik.

Di tengah lonjakan itu, perhatian tertuju pada Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Rabu (14/10) mengunjungi Balai TNTP di Kabupaten Kotawaringin Barat untuk memastikan penanganan karhutla di kawasan konservasi itu terus diperkuat. Rapat terbatas digelar bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, BNPB, dan pengelola taman nasional.

Hasil pemetaan menjadi dasar strategi di lapangan. Menggunakan drone thermal, petugas mengidentifikasi empat medan utama, yakni Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil dan Sungai Buluh Besar, serta area Sungai Bawung dan Tanjung Rengas. Kawasan Pesalat menjadi prioritas karena berdekatan dengan feeding area, yaitu zona tempat satwa mencari makan. “Kami cegah agar api tidak masuk ke zona inti,” tegas Raja Juli.

Untuk mendukung pemadaman, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah. Persiapan personel, pembangunan sumber air, kajian sekat bakar, dan pengaturan logistik menjadi rangkaian upaya penanganan. Berdasarkan pemetaan, dibutuhkan sekitar 30 sumur bor untuk membantu operasi di kawasan tersebut. Penanganan di empat lokasi prioritas mendapat tambahan sekitar 160 personel darat.

Pemadaman lewat udara masih menghadapi kendala. Kemenhut memastikan helikopter pemadam dikirim, tetapi kabut asap membatasi jarak pandang. Sebelumnya, karhutla di TNTP dilaporkan telah membakar sekitar 513 hektare lahan. Kemenhut menyatakan prioritas penanganan mencakup keselamatan personel, pengendalian api, serta perlindungan kawasan konservasi dan habitat satwa liar, khususnya orangutan.

Kemenhut juga mengimbau warga yang menemukan satwa liar berkeliaran di permukiman agar tidak mengevakuasinya sendiri. Warga diminta menjaga jarak aman, mencatat koordinat, dan segera melapor ke BKSDA atau Balai TNTP agar ditangani tim ahli.

Lonjakan hotspot ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masih diperlukan, terutama di provinsi prioritas. Pemerintah berharap kerja bersama aparat, relawan, dan masyarakat dapat menahan api sebelum menjalar ke zona inti serta menjaga habitat orangutan di Tanjung Puting.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter