Kamis, 22 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
TEKNOLOGI

Pusat Data Masih Terkonsentrasi, Komdigi Ajak Finlandia Perkuat Komputasi Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membahas peluang kerja sama pusat data dan infrastruktur komputasi dengan Finlandia. Pembahasan berlangsung dalam audiensi dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia Ville Tavio di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Kebutuhan komputasi Indonesia dinilai terus naik seiring pemanfaatan AI untuk layanan publik, termasuk digitalisasi perlindungan sosial. Selain pusat data, kedua pihak melihat peluang kolaborasi di komputasi kuantum, jaringan, dan kota pintar di IKN.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 14:33 WIB · 1 dibaca
Menkomdigi Meutya Hafid saat menerima audiensi Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia Ville Tavio
— Foto: Komdigi

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Kebutuhan pusat data dan kapasitas komputasi di Indonesia mendorong pemerintah mencari mitra baru. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membahas potensi kerja sama pengembangan pusat data dan infrastruktur komputasi dengan Finlandia dalam audiensi bersama Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Ville Tavio. Pertemuan digelar di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Meutya menegaskan pembangunan pusat data tidak bisa dilakukan sembarangan. Menurut dia, pengembangannya perlu mempertimbangkan kebutuhan kapasitas komputasi, pemerataan lokasi, dan kesiapan infrastruktur pendukung. Pemerintah juga disebut terus berkoordinasi lintas kementerian untuk menentukan lokasi yang tepat.

Pemerataan menjadi isu penting karena fasilitas yang ada masih menumpuk. Saat ini sebagian besar pusat data terkonsentrasi di Batam dan Jawa Barat. Luasnya wilayah Indonesia, kata Meutya, menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merancang sebaran infrastruktur tersebut.

Kebutuhan komputasi pun terus bertambah. Meutya mencontohkan digitalisasi perlindungan sosial yang tengah diuji coba, dengan perkiraan sekitar 50 juta penerima manfaat bantuan tunai. “Hal ini tentu membutuhkan infrastruktur digital dan infrastruktur AI yang memadai,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Meutya juga menyoroti peran perusahaan asal Finlandia. Ia menyebut keterlibatan Nokia dalam proyek pusat data bersama Indosat sebagai bagian dari kemitraan yang sudah berjalan.

Dari sisi Finlandia, pengalaman membangun pusat data dipandang sebagai nilai tambah. Ville Tavio menyampaikan negaranya memiliki pengalaman pengembangan pusat data yang didukung kondisi iklim, ketersediaan energi, dan kemajuan teknologi. Menurut Tavio, Finlandia melihat peluang kolaborasi tidak hanya di pusat data, tetapi juga komputasi kuantum, AI, infrastruktur jaringan, hingga kota pintar di Ibu Kota Nusantara. “Kami ingin meningkatkan partisipasi kami, khususnya dalam kerja sama dengan Indonesia,” ujarnya.

Isu alih pengetahuan juga bukan hal baru dalam hubungan digital kedua negara. Pada pertemuan sebelumnya dengan Duta Besar Finlandia, Meutya menekankan agar kerja sama tidak berhenti pada investasi, tetapi juga membawa transfer pengetahuan dan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.

Hingga kini, pembahasan masih pada tahap penjajakan. Belum ada penandatanganan kesepakatan, nilai investasi, maupun jadwal proyek yang diumumkan dalam keterangan yang dipublikasikan. Meski demikian, pertemuan ini menunjukkan Indonesia membuka pintu bagi mitra internasional untuk memperkuat fondasi komputasi, sembari memastikan infrastruktur yang dibangun merata dan benar-benar menopang layanan publik berbasis AI.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter