Rabu, 21 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
TEKNOLOGI

Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong percepatan hilirisasi riset konversi kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan bertenaga listrik guna menekan impor energi nasional. Dorongan ini disampaikan dalam ajang Energy Week 2026 di Jakarta, di tengah beban impor energi yang kian membengkak akibat eskalasi konflik geopolitik global. Program konversi motor listrik ditargetkan mampu memberi dampak signifikan terhadap penghematan devisa dan pengurangan emisi.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 14:35 WIB · Diperbarui 21 Oktober 2026, 22:24 WIB · 4 dibaca
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam kegiatan Energy Week 2026
— Foto: YouTube BRIN

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong percepatan hilirisasi riset konversi secara menyeluruh pada kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan bertenaga listrik guna menekan impor energi. Dorongan ini disampaikan dalam kegiatan Energy Week 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Brian menilai impor energi menjadi beban tersendiri bagi negara, terlebih di tengah dinamika eskalasi konflik geopolitik global yang terus mendongkrak harga minyak dunia. Menurutnya, konversi motor berbahan bakar bensin ke listrik menjadi salah satu pendekatan paling signifikan untuk menekan ketergantungan pada energi impor.

"Salah satu yang signifikan untuk menghilangkan impor itu adalah tentu dengan berbagai pendekatan. Motor gasolin, motor bensin kita itu mengonsumsi hampir 100 persen dan kalau dikonversi impor kita itu lari ke gasolin motor. Jadi kalau motor ini bisa dikonversi kepada listrik 100 persen kita akan sangat signifikan mengurangi impor," kata Brian.

Ia menyebut Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus agar ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan gas dapat segera ditekan. Sinergi antara laboratorium perguruan tinggi, industri, dan pemerintah diharapkan mampu memancing pihak industri untuk segera menangkap peluang komersialisasi dari hasil-hasil riset inovatif karya anak bangsa.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan komitmen lembaganya untuk terus berdampingan dengan Kemdiktisaintek dalam mencetak talenta unggul dan kreatif di bidang inovasi. Arif meyakini kolaborasi antara laboratorium perguruan tinggi, industri, dan pemerintah merupakan sebuah keniscayaan untuk merespons tantangan transisi energi demi membawa Indonesia melompat menjadi negara maju.

Dorongan riset konversi motor listrik ini merupakan bagian dari agenda besar transisi energi yang telah digulirkan pemerintah sejak awal 2026. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan program elektrifikasi kendaraan akan ditopang oleh percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya tenaga surya, dengan target pembangunan 100 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya dalam tiga tahun ke depan.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), program konversi motor listrik diproyeksikan memberikan dampak positif berupa peningkatan konsumsi listrik, penurunan emisi karbon, hingga pengurangan impor BBM yang secara langsung menghemat devisa negara. Selain itu, program ini juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru dari bengkel-bengkel konversi serta menumbuhkan industri komponen pendukung kegiatan konversi.

Sejumlah lembaga penelitian ekonomi juga mendorong pemerintah untuk kembali mengaktifkan insentif kendaraan listrik, termasuk motor listrik, guna meredam tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia. Simulasi transisi energi menunjukkan bahwa penggantian 1 juta kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik berpotensi menghemat belasan juta barel minyak per tahun, sebuah penghematan signifikan yang berdampak langsung terhadap keseimbangan energi nasional dan stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter