Kamis, 22 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
TEKNOLOGI

Pelanggan Tak Lagi Satu-Satunya yang Perlu Dikenali, Wamenkomdigi Soroti Peran Agen AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta perusahaan menerapkan pendekatan Know Your Agent (KYA) seiring meluasnya penggunaan agentic AI untuk layanan pelanggan dan transaksi. Menurutnya, agen AI dapat mengambil keputusan sendiri sehingga berisiko melampaui aturan dan batas kewenangan yang ditetapkan korporasi. Pesan itu disampaikan dalam acara Hukum Online Executive Breakfast & Networking Session di Jakarta Pusat pada Kamis (15/10/2026), disertai pengingat soal pelindungan data pribadi.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 14:33 WIB · 1 dibaca
Wamenkomdigi Nezar Patria dalam acara Hukum Online Executive Breakfast & Networking Session
— Foto: Komdigi

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Selama ini, prinsip Know Your Customer (KYC) menjadi pegangan perusahaan untuk memastikan siapa yang berinteraksi dengan layanan mereka. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai pegangan itu kini tidak lagi memadai. Ia menganjurkan pelaku bisnis mengenali agen kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam sistem bisnis maupun layanan pelanggan, dengan pendekatan Know Your Agent (KYA).

Pernyataan itu disampaikan Nezar dalam Hukum Online Executive Breakfast & Networking Session di Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026). Menurutnya, semakin banyak perusahaan memakai agentic AI untuk membantu layanan pelanggan, transaksi, dan berbagai proses bisnis.

Nezar menjelaskan, persoalannya terletak pada kemampuan agen AI mengambil keputusan sendiri. Ia mengingatkan ada agentic AI yang bisa melewati peraturan atau batasan korporasi karena mampu bertindak. Karena itu, risiko ikut meningkat ketika keputusan tidak lagi sepenuhnya berada di tangan manusia.

Dalam kerangka KYA, perusahaan perlu memahami identitas, kepemilikan, dan batas kewenangan agen AI yang berinteraksi dengan pelanggan maupun sistem bisnisnya. Dengan begitu, setiap agen yang masuk ke sistem memiliki otorisasi yang jelas dan tidak bergerak di luar batas yang ditetapkan.

Nezar juga membaca arah perubahan pola hubungan bisnis. Hubungan perusahaan tidak lagi hanya dengan pelanggan sebagai individu, tetapi bisa melibatkan agen AI milik pelanggan atau agen AI lain yang mengakses sistem perusahaan. Dalam situasi seperti itu, mengenali pelanggan saja tidak cukup untuk menjamin keamanan transaksi.

Selain soal kewenangan, Nezar menekankan pentingnya pelindungan data pribadi dalam pemanfaatan AI. Pendekatan KYA diarahkan untuk mengantisipasi risiko penyalahgunaan data dan tindakan agen yang melampaui kewenangannya. Perusahaan diminta menyiapkan langkah antisipasi sebelum agen AI dilepas untuk berinteraksi dengan pelanggan atau menjalankan transaksi.

Di sisi pemerintah, Nezar menyatakan keterbukaan terhadap masukan pelaku usaha. Pemerintah membuka diri atas berbagai persoalan baru yang muncul dalam penerapan teknologi AI. Masukan itu dibutuhkan untuk mengidentifikasi risiko dan mendalami kebutuhan pengaturan teknis seiring perkembangan AI.

Pesan dari Wamenkomdigi pada dasarnya sederhana, yaitu teknologi boleh dimanfaatkan seluas-luasnya, tetapi perusahaan tetap harus tahu siapa, atau apa, yang bertindak atas nama sistemnya. Tanpa pemahaman itu, efisiensi yang dijanjikan agen AI bisa berubah menjadi celah kepatuhan dan keamanan data.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter