Jumat, 23 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
TEKNOLOGI

Lebih dari Separuh UMKM Belum Terhubung Ekonomi Digital, Hendry Munief Minta Digitalisasi Dipercepat

Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong penguatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar akses pasar meluas, penjualan meningkat, dan produk lokal lebih berdaya saing. Ia menyoroti data Kementerian UMKM bahwa 56,2 persen UMKM belum terintegrasi dengan ekonomi digital, sementara program digitalisasi pemasaran baru menjangkau 4.220 pelaku usaha. Menurutnya, digitalisasi perlu disertai pendampingan, inovasi produk, kemitraan, dan perluasan akses pasar, termasuk ke luar negeri.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 14:34 WIB · Diperbarui 22 Oktober 2026, 07:40 WIB · 2 dibaca
Hendry Munief tentang digitalisasi UMKM
— Foto: riaueditor.com

MAKASSAR, DigiTVNews.com -- Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong penguatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar pelaku usaha dapat memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkuat daya saing produk lokal. Dorongan itu disampaikan dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI tentang arah kebijakan dan pemberdayaan UMKM serta kewirausahaan di Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026).

Hendry mengutip data Kementerian UMKM bahwa 4.220 UMKM telah terdigitalisasi melalui program digitalisasi pemasaran Juragan UMKM per 24 September 2026. Di sisi lain, 56,2 persen UMKM disebut belum terintegrasi dengan ekonomi digital. Menurutnya, angka itu menunjukkan peluang pemanfaatan teknologi digital masih sangat terbuka.

Ia juga merujuk data Google, Temasek, dan Bain yang menyebut nilai bruto ekonomi digital Indonesia atau gross merchandise value (GMV) mencapai US$100 miliar pada 2025. Besarnya pasar digital itu, kata dia, harus bisa dimanfaatkan pelaku usaha, termasuk UMKM.

Hendry menilai digitalisasi tidak berhenti pada memasarkan produk lewat platform daring. Teknologi digital, katanya, perlu diiringi pengembangan usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan perluasan akses pasar agar UMKM mampu tumbuh dan bersaing.

Pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas usaha, dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Pengembangan usaha diarahkan lewat peningkatan kapasitas, inkubasi, penguatan potensi unggulan daerah, dan pendampingan berkelanjutan.

Hendry menyebut Kementerian UMKM menyoroti pentingnya perluasan akses pasar melalui fasilitasi pameran, festival, promosi usaha, dan business matching. Kegiatan itu mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, mitra bisnis, distributor, dan perusahaan yang berpotensi mendukung pengembangan usaha.

Dalam kemitraan, Kementerian UMKM mendorong keterhubungan pelaku usaha dengan BUMN lewat Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM), serta dengan perusahaan swasta dan jaringan ritel modern. Untuk pasar internasional, dukungan berupa kurasi produk dan lokakarya tentang regulasi luar negeri bagi usaha menengah yang berorientasi ekspor.

Dorongan serupa pernah disampaikan Hendry pada Juli 2026 saat pelatihan digital marketing bagi pengurus dan anggota Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) Riau di Pekanbaru. Saat itu ia menekankan pola pikir bisnis sebagai fondasi, lalu peningkatan keterampilan pemasaran digital dan perluasan jejaring usaha.

Hendry berharap penguatan digitalisasi, inovasi produk, pendampingan, dan kemitraan dapat meningkatkan produktivitas UMKM dan jangkauan pemasarannya. Upaya itu, menurutnya, menjadi bagian dari ekosistem UMKM yang berdaya saing dan berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter