JAKARTA, DigiTVNews.com -- Derasnya arus informasi digital tidak menghapus kebutuhan publik akan berita yang benar. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo saat menghadiri Run for Good Journalism 2026 di Kampus Unika Atma Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan bertema “Pers untuk Publik” tersebut digelar Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) untuk memperingati hari ulang tahun ke-14. Selain Angga, hadir pula Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, yang bersama-sama menyemangati para peserta lari.
Usai kegiatan, Angga mengingatkan pers agar tetap menyajikan informasi yang jernih, utuh, dan sesuai fakta di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi. Menurutnya, informasi kini memang beredar dalam hitungan detik, tetapi masyarakat tetap memerlukan pemberitaan yang lengkap dan benar agar bisa memahami suatu peristiwa dengan baik.
Angga menegaskan bahwa pers adalah pelayan publik. Karena itu, pers bertanggung jawab menghadirkan informasi yang jelas dan terang bagi masyarakat. Dengan banjir informasi yang terjadi sekarang, ia menilai peran pers Indonesia justru semakin dibutuhkan agar publik tidak tersesat di tengah kabar yang simpang siur.
Ia juga mengajak insan pers menjaga profesionalisme dan semangat dalam bekerja, sambil menyampaikan ucapan selamat kepada Forum Pemred atas usia ke-14.
Pesan serupa disampaikan Meutya Hafid. Menkomdigi menyebut tema “Pers untuk Publik” mengingatkan bahwa kerja jurnalistik harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, pers perlu berpegang pada kode etik jurnalistik dan memastikan setiap informasi telah melalui proses verifikasi sebelum sampai ke publik. Ia menekankan agar berita yang disebarkan sudah melewati cross-check dan re-check sehingga publik menerima informasi yang paling akurat.
Kecepatan, kata Meutya, perlu berjalan seiring dengan ketelitian. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta ini juga dimaknai sebagai ruang menyerap aspirasi publik, memperkuat solidaritas insan pers, dan mendukung keberlanjutan jurnalisme berkualitas.
Pesan dari pemerintah itu muncul ketika pemerintah juga tengah menaruh perhatian pada integritas informasi di ruang digital, mulai dari penanganan hoaks hingga kajian pelabelan konten buatan kecerdasan artifisial. Dalam konteks tersebut, pers yang jernih dan akurat dipandang sebagai rujukan utama bagi masyarakat untuk memilah kabar yang dapat dipercaya.
Belum ada komentar yang ditayangkan.