Kamis, 22 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
TEKNOLOGI

Internet Kabel Baru Seperlima Koneksi Nasional, Komdigi Dorong Tarif Lebih Murah

Kementerian Komunikasi dan Digital mengkaji perluasan jaringan internet tetap atau fixed broadband untuk menekan biaya layanan internet di Indonesia. Wakil Menteri Nezar Patria menyebut penetrasinya baru sekitar 22 persen dari total konektivitas dan ingin menaikkannya hingga sekitar 50 persen. Pemerintah juga menargetkan layanan 100 Mbps dapat dinikmati dengan biaya sekitar Rp100 ribu per bulan. Langkah ini disampaikan usai Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta pada Senin (12/10/2026).

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 14:33 WIB · 1 dibaca
Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keterangan kepada awak media usai acara BMP Digital Infrastructure Summit 2026
— Foto: Komdigi

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah mengkaji perluasan jaringan internet tetap atau fixed broadband agar biaya langganan internet di Indonesia bisa ditekan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan penetrasi fixed broadband saat ini baru sekitar 22 persen dari total konektivitas. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media usai Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Menurut Nezar, penguatan jaringan kabel perlu dilakukan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada layanan seluler. Ia berharap angkanya bisa naik hingga sekitar 50 persen supaya aksesibilitas lebih luas dan semua elemen masyarakat dapat menikmati jaringan dengan murah.

Pemerintah juga memasang target tarif yang konkret. Komdigi menargetkan layanan berkecepatan 100 Mbps dapat dinikmati dengan biaya sekitar Rp100 ribu per bulan. Nezar merujuk data International Telecommunication Union (ITU) yang menurutnya menunjukkan ongkos berlangganan internet di Indonesia masih tergolong tinggi. “Biayanya masih terlalu mahal, sehingga kita butuh perluasan jaringan,” tegasnya.

Soal ukuran keterjangkauan, Nezar menyebut dengan PDB per kapita sekitar US$5.000, pengeluaran satu keluarga untuk internet saat ini bisa mencapai Rp300 ribuan, padahal idealnya di bawah Rp200 ribu. Selisih itulah yang ingin dipangkas melalui perluasan infrastruktur, terutama di wilayah padat penduduk yang masih menghadapi biaya konektivitas relatif mahal.

Selain biaya, Kemkomdigi menekankan pemerataan. Pengembangan jaringan tetap dan seluler disebut perlu berjalan beriringan, sehingga pemerataan tidak hanya diukur dari luasnya cakupan, tetapi juga kualitas layanan dan kemampuan masyarakat membayar. Pemerintah turut memperluas akses ke wilayah yang belum terlayani jaringan telekomunikasi secara memadai.

Di sisi seluler, Nezar mengungkapkan penetrasi 5G di Indonesia baru sekitar 8,5 persen, sehingga pembangunan jaringan perlu dipercepat. Dengan demikian, kebijakan ini mencakup dua jalur sekaligus, yakni internet rumah berbasis kabel dan peningkatan kualitas jaringan nirkabel.

Pesan tersebut sejalan dengan arahan Nezar pada forum yang sama. Dalam keynote speech-nya, ia menegaskan pembangunan infrastruktur digital harus menghasilkan konektivitas yang bermakna bagi masyarakat. Artinya, ketersediaan jaringan saja belum cukup bila harganya masih memberatkan rumah tangga.

Hingga kini, angka Rp100 ribu untuk 100 Mbps masih berstatus target, dan perluasan fixed broadband masih dalam tahap kajian. Detail skema, jadwal, serta pihak yang terlibat, termasuk operator, belum diumumkan dalam keterangan yang dipublikasikan. Pemerintah berharap kajian tersebut dapat membuka jalan bagi layanan internet cepat yang lebih murah dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter