Jumat, 02 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Jakarta Buka Pintu Gratis Bagi Enam Kelompok Baru Pengguna Angkutan Umum ◆ Pekan Pertama Jadi Menkeu, Suahasil Langsung Diuji Pasar di Tengah Badai The Fed dan Harga Minyak ◆ Delapan Anak Pencari Bendera Pusaka Akan Diperankan Pemain Sungguhan dalam Versi Baru Merah Putih One for All ◆ Musuh Utamanya Manusia, Bukan Hantu, Empat Jurnalis Perempuan Adu Nyali di Memburu Pemangsa ◆ Netflix Angkat Lagi Rekayasa di Balik Kematian Brigadir J
TEKNOLOGI

Gandeng Meta, Mendag Budi Santoso Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Tembus Pasar Global

Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas pasar, termasuk menembus pasar ekspor. Dorongan ini disampaikan dalam pembukaan Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI yang digelar Kementerian Perdagangan bersama Meta Indonesia dan UMKMIndonesia.ID. Selain membantu pemasaran, AI dinilai dapat memudahkan UMKM mencari informasi target pasar, negara tujuan ekspor, hingga aturan perdagangan luar negeri. Kemendag juga melaporkan transaksi dari program UMKM Bisa Ekspor telah mencapai US$333 juta sepanjang Januari-Juli 2026.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 14 September 2026, 04:02 WIB · Diperbarui 01 Oktober 2026, 05:26 WIB · 17 dibaca
umkm ekspor
— Foto: www.liputan6.com

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk memanfaatkan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), guna memperluas jangkauan pasar hingga menembus pasar ekspor. Ajakan ini disampaikan Budi dalam pembukaan Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI yang digelar bersama Meta di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Budi, pemanfaatan AI dapat memudahkan UMKM dalam memasarkan sekaligus menjelaskan produk kepada calon pembeli (buyer) dari luar negeri, sehingga produk yang ditawarkan lebih mudah dipahami oleh pasar internasional. "Cara kita berjualan seperti apa, saya pikir dengan AI nanti lebih mudah kita bisa menembus pasar global," ujar Budi.

Ia menegaskan, banyak produk UMKM sebenarnya sudah memenuhi standar ekspor. Tantangan yang tersisa bukan lagi soal kualitas produk, melainkan bagaimana strategi menjualnya. "Produk-produk ini memang sudah memenuhi atau standar ekspor, sehingga sekarang fokus kita adalah bagaimana cara berjualan, bagaimana cara beriklan," katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng Meta Indonesia dan UMKMIndonesia.ID dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM terkait pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, untuk kebutuhan pemasaran dan periklanan. Program bertajuk "Capai Pasar Global dengan AI" ini membekali sekitar 200 pelaku UMKM dengan teknik pemasaran digital sekaligus strategi memperluas pasar ekspor.

Budi menyampaikan bahwa penguatan kemampuan digital tersebut tidak hanya ditujukan bagi UMKM yang berorientasi ekspor, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk memperluas penjualan di pasar domestik. Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperluas akses pasar produk lokal, baik di dalam maupun luar negeri.

Sejalan dengan itu, Head of Public Policy Meta Indonesia, Berni Mustafa, menyebut kolaborasi ini terbukti mampu mendongkrak penjualan sejumlah pelaku UMKM peserta pelatihan. Salah satu contohnya adalah pelaku usaha jamu, Abu Jamu, yang mencatatkan peningkatan penjualan hingga 50 persen dibandingkan kondisi biasanya setelah menerapkan strategi pemasaran berbasis AI.

Selain untuk pemasaran, Budi menjelaskan bahwa AI juga dapat membantu UMKM dalam mencari informasi terkait target pasar, negara tujuan ekspor, aturan perdagangan luar negeri, hingga desain produk yang menarik perhatian konsumen internasional. Dengan kemampuan tersebut, pelaku usaha diharapkan lebih siap dan percaya diri saat mulai menjajaki pasar ekspor untuk pertama kalinya.

Hal ini relevan mengingat sebagian besar peserta program UMKM Bisa Ekspor selama ini belum pernah melakukan aktivitas ekspor sebelumnya. Budi mengungkapkan sekitar 70 persen peserta program tersebut merupakan eksportir pemula. "Dan semuanya yang ikut UMKM Bisa Ekspor ini rata-rata 70 persen belum pernah ekspor. Jadi Bapak dan Ibu tidak usah khawatir," kata Budi, seraya mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas, menjaga kesinambungan produksi, dan membangun kolaborasi antarpelaku UMKM.

Selain program pelatihan AI, Kemendag juga menjalankan program "UMKM Bisa Ekspor" yang memanfaatkan 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara untuk membantu UMKM menemukan calon pembeli di luar negeri. Budi mengungkapkan, transaksi yang tercatat melalui program tersebut mencapai US$134,8 juta sepanjang tahun lalu, dan telah menembus US$333 juta hanya dalam periode Januari-Juli 2026.

Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa kombinasi antara pendampingan digital berbasis AI dan fasilitasi akses pasar langsung melalui perwakilan perdagangan di luar negeri mulai menunjukkan hasil nyata bagi pelaku UMKM Indonesia yang ingin melebarkan sayap ke pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter