DigiTVNews.com -- Insiden siber adalah mimpi buruk setiap Chief Information Security Officer atau manajer IT. Alarm bisa berbunyi kapan saja, bahkan saat dini hari atau hari libur. Menjawab tantangan tersebut, ESET, pemimpin global dalam solusi keamanan siber, resmi meluncurkan layanan Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia. Peluncuran ini dilakukan melalui PT Prosperita Mitra Indonesia selaku distributor resmi ESET di Indonesia dan Timor Leste, dalam ajang Prosperita Solutions Day 2026 pada Rabu (2/9/2026).
ESET MDR merupakan layanan keamanan siber yang menyediakan pemantauan, deteksi, analisis, dan respons terhadap ancaman selama 24 jam. Layanan ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan pemantauan dan analisis oleh pakar keamanan siber global ESET, dan diklaim mampu mencapai Mean Time to Respond (MTTR) rata-rata hingga enam menit, sebuah kecepatan yang kontras jauh dibanding rata-rata organisasi yang menurut studi Verizon tahun 2025 membutuhkan waktu hingga 24 hari untuk menyadari terjadinya peretasan.
Tekanan regulasi turut menjadi pendorong. Perusahaan di Indonesia tak hanya dituntut untuk mengamankan data operasional, tetapi juga wajib patuh pada kewajiban perlindungan data pribadi berdasarkan UU PDP, dan siap mengantisipasi kehadiran Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).
CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, menjelaskan urgensi di balik peluncuran ini. "Ancaman siber hari ini bergerak dalam hitungan detik, sementara banyak tim IT terjebak dalam rutinitas analisis manual yang melelahkan di luar jam operasional," ujarnya. "ESET MDR, dengan support penuh PT Prosperita Mitra Indonesia, mengombinasikan otomatisasi AI dan analisis pakar global untuk memangkas waktu respons hingga 6 menit saja, sebuah kecepatan krusial untuk menghentikan serangan sebelum berdampak fatal pada bisnis," tambahnya.
Berbeda dari solusi keamanan konvensional yang hanya memberikan alert dan menyerahkan penanganannya ke tim internal, ESET MDR dirancang mengambil alih beban kerja tersebut sepenuhnya dengan memantau, mendeteksi, dan mengisolasi ancaman siber setiap hari, 24 jam nonstop. Sistem ini menggabungkan kekuatan AI dengan jaringan global lebih dari 100 threat hunter profesional dari ESET, sehingga mitigasi awal dapat berjalan otomatis tanpa perlu tim IT perusahaan terbangun tengah malam untuk menganalisis log atau mencari akar masalah.
ESET MDR di Indonesia hadir dalam dua tingkatan langganan yang disesuaikan dengan skala organisasi. ESET PROTECT MDR ditujukan sebagai solusi komprehensif bagi UKM yang membutuhkan proteksi endpoint, email, dan cloud application, lengkap dengan pengawasan serta patching kerentanan otomatis. Sementara ESET PROTECT MDR Ultimate menawarkan proteksi proaktif tingkat lanjut untuk enterprise, mencakup customized threat hunting, investigasi forensik digital jarak jauh, dan dukungan ekosistem XDR melalui ESET Inspect.
Layanan ini juga telah meraih sertifikasi SOC 2 Type 2 yang berperan penting bagi organisasi dalam memenuhi tuntutan regulasi keamanan siber serta aturan industri, sehingga memudahkan perusahaan di sektor keuangan maupun manufaktur untuk tetap patuh tanpa perlu membangun Security Operations Center (SOC) internal yang berbiaya mahal. Fitur patch management otomatis di dalamnya juga diklaim mampu meminimalkan risiko eksploitasi kerentanan pada sistem secara konsisten.
"Keamanan siber bukan sekadar produk teknologi, melainkan fondasi kepercayaan bisnis dan publik. ESET siap berdiri di garda terdepan mendampingi organisasi-organisasi di Indonesia, termasuk UKM, agar tidak hanya compliance tetapi juga memiliki resilience yang mutlak dalam menghadapi lanskap ancaman siber yang terus berkembang," kata Yudhi Kukuh.
Bersamaan dengan peluncuran layanan MDR ini, ESET turut mengundang jurnalis di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam ESET Journalist Writing Competition 2026 yang berlangsung Mei hingga Oktober 2026, mengangkat tema "Ketahanan Siber Indonesia di Era Serangan Digital yang Kian Kompleks" dengan total hadiah hingga puluhan juta rupiah bagi tiga besar pemenang.
Belum ada komentar yang ditayangkan.