Jumat, 30 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Saat AI Belajar dari Lagu Daerah, Pemerintah Siapkan Enam Langkah Jaga Hak Musisi dan Komunitas Pemilik Tradisi ◆ Bukan Sekadar Bangun Jaringan, Menkomdigi Minta Raksasa Teknologi Amerika Wariskan Ilmu dan Talenta ◆ Trade-in Sampai Rp85 Juta dan Cashback Rp2,5 Juta Meriahkan Hari Pertama PEVS 2026 ◆ Populasi Kendaraan Listrik Tembus 541 Ribu Unit, PEVS 2026 Ajak Pengunjung Jajal Langsung Mobil dan Motor EV ◆ Sebelas Inovator Lolos Sandbox, Kini Dipertemukan dengan Rumah Sakit dan Investor lewat Garuda Spark
TEKNOLOGI

Sebelas Inovator Lolos Sandbox, Kini Dipertemukan dengan Rumah Sakit dan Investor lewat Garuda Spark

Kementerian Komunikasi dan Digital menghubungkan startup teknologi dengan rumah sakit dan investor melalui Garuda Spark Innovation Hub untuk mengembangkan solusi kesehatan digital. Wakil Menteri Nezar Patria menyebut ekosistem yang kuat menjadi kunci agar inovasi kesehatan tidak berhenti di tahap uji coba. Pada Health Innovation Showcase 2026, 11 inovator yang lolos uji sandbox Kementerian Kesehatan tampil memaparkan solusinya. Pemerintah menegaskan penerapan AI di layanan kesehatan harus disertai tata kelola, perlindungan data, dan peran tenaga medis.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 28 Oktober 2026, 15:45 WIB · Diperbarui 30 Oktober 2026, 10:26 WIB · 2 dibaca
Wamenkomdigi Nezar Patria dalam acara Health Innovation Showcase 2026
— Foto: Komdigi

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Inovasi teknologi kesehatan di Indonesia tidak cukup berhenti pada tahap uji coba. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong startup bertemu langsung dengan rumah sakit dan investor lewat Garuda Spark Innovation Hub, agar solusi yang dibuat benar-benar terpakai dalam pelayanan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan hal itu dalam Health Innovation Showcase 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Menurutnya, inovasi hebat tidak akan besar tanpa ekosistem yang kuat. Komdigi menyebut ada empat hal yang perlu dijaga bersama, yaitu infrastruktur, kesiapan teknologi, kapasitas inovator, dan lingkungan yang mendukung.

Nezar menilai rumah sakit menyimpan banyak kebutuhan nyata atau use case yang bisa dijawab inovator dengan teknologi baru seperti kecerdasan artifisial (AI). Kolaborasi dengan penyedia teknologi, katanya, menjadi salah satu kunci memperluas pemanfaatan inovasi kesehatan digital. Bagi inovator, Komdigi membantu lewat business matching yang mempertemukan startup dengan investor.

Salah satu contoh penerapan AI yang disebut adalah membantu menganalisis foto rontgen dada untuk mendukung diagnosis awal tuberkulosis (TBC), sehingga pasien bisa ditangani lebih cepat. Pemanfaatan AI juga diarahkan menjawab keterbatasan tenaga dokter spesialis.

Dalam acara itu, Nezar menyambut baik 11 inovator yang lolos uji sandbox Kementerian Kesehatan. Kesebelas inovator tersebut dinilai berdasarkan kesiapan penerapan, penerimaan masyarakat, dan potensi integrasi dengan platform SATUSEHAT. Nezar menegaskan bahwa kelulusan itu bukan akhir proses, melainkan awal perjalanan membawa inovasi ke tahap berikutnya.

Dalam pemaparan dari pihak Kemenkes, AI ditegaskan harus menjadi mitra pendukung tenaga kesehatan, bukan pengganti pertimbangan klinis dokter. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar inovasi tidak berhenti sebagai uji coba.

Nezar menekankan bahwa penerapan teknologi kesehatan memerlukan tata kelola yang kuat, termasuk pengawasan dan mitigasi risiko. Sejumlah laporan menyebut ia juga menggarisbawahi keselamatan pasien, perlindungan data kesehatan, dan peran tenaga medis. Ia berharap kolaborasi pemerintah, inovator, rumah sakit, investor, dan mitra industri dapat memperkuat ekosistem kesehatan digital yang aman dan inklusif menuju Indonesia 2045.

Rincian mekanisme pertemuan bisnis di Garuda Spark, seperti jadwal dan jumlah investor yang terlibat, belum dipublikasikan. Ukuran keberhasilannya akan terlihat dari berapa banyak solusi yang kemudian dipakai di rumah sakit.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter