Jumat, 30 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Saat AI Belajar dari Lagu Daerah, Pemerintah Siapkan Enam Langkah Jaga Hak Musisi dan Komunitas Pemilik Tradisi ◆ Bukan Sekadar Bangun Jaringan, Menkomdigi Minta Raksasa Teknologi Amerika Wariskan Ilmu dan Talenta ◆ Trade-in Sampai Rp85 Juta dan Cashback Rp2,5 Juta Meriahkan Hari Pertama PEVS 2026 ◆ Populasi Kendaraan Listrik Tembus 541 Ribu Unit, PEVS 2026 Ajak Pengunjung Jajal Langsung Mobil dan Motor EV ◆ Sebelas Inovator Lolos Sandbox, Kini Dipertemukan dengan Rumah Sakit dan Investor lewat Garuda Spark
TEKNOLOGI

Bukan Sekadar Bangun Jaringan, Menkomdigi Minta Raksasa Teknologi Amerika Wariskan Ilmu dan Talenta

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendorong perusahaan teknologi Amerika Serikat memperluas investasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Dorongan itu disampaikan saat menerima delegasi US-ASEAN Business Council di Kantor Komdigi, Jakarta. Meutya menilai pembangunan digital tidak cukup hanya menghubungkan masyarakat dengan internet, tetapi juga harus membuka peluang ekonomi, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memperbaiki layanan publik. Indonesia terbuka terhadap investasi AI dengan tetap mengutamakan keamanan, pelindungan anak, dan pelindungan data pribadi.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 30 Oktober 2026, 08:56 WIB · Diperbarui 30 Oktober 2026, 10:26 WIB · 2 dibaca
Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah saat menerima audiensi US-ASEAN Business Council (USABC)
— Foto: Komdigi

JAKARTA, DigiTVNews.com -- Investasi digital dari Amerika Serikat (AS) diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mewariskan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Indonesia. Pesan itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menerima audiensi delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Meutya, yang didampingi Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan Indonesia membutuhkan investasi yang menciptakan peluang ekonomi, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki layanan publik. Menurutnya, pembangunan digital tidak cukup hanya menghubungkan masyarakat dengan internet.

Meutya menekankan bahwa hubungan Indonesia dan AS akan semakin baik bila kedua pihak terus memperhatikan transfer pengetahuan dan peningkatan keahlian dalam pengembangan digital di Indonesia. Ia juga meminta kolaborasi yang membuka akses inovasi secara merata, termasuk bagi masyarakat di wilayah perdesaan. Selain investasi, Komdigi mendorong perusahaan AS berkontribusi lewat pengembangan talenta digital dan penerapan teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Meutya menjelaskan arah transformasi digital Indonesia bertumpu pada tiga prinsip, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Dengan prinsip tersebut, pemerintah ingin ekosistem digital berkembang secara produktif, inklusif, aman, dan tepercaya.

Kecerdasan artifisial (AI) menjadi salah satu fokus pembahasan. Meutya menyatakan Indonesia terbuka terhadap inovasi dan investasi AI, tetapi penerapannya harus tetap mengedepankan keamanan, pelindungan anak, dan pelindungan data pribadi. Ia juga memastikan penyusunan kebijakan digital, termasuk peta jalan AI nasional, akan dilakukan secara terbuka bersama pelaku industri agar regulasi dapat diprediksi dan tidak menjadi kejutan.

Dari sisi USABC, organisasi tersebut menyiapkan laporan yang mendokumentasikan kontribusi perusahaan-perusahaan AS di Indonesia. Laporan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama digital kedua negara. USABC juga menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan industri.

Komdigi memandang kemitraan dengan USABC sebagai kesempatan memperkuat kolaborasi yang memberi manfaat jangka panjang. Hingga kini belum ada nilai investasi atau komitmen proyek spesifik yang diumumkan dari pertemuan tersebut, sehingga ukuran keberhasilannya akan terlihat dari program transfer pengetahuan dan talenta yang benar-benar dijalankan.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter