Jumat, 02 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Jakarta Buka Pintu Gratis Bagi Enam Kelompok Baru Pengguna Angkutan Umum ◆ Pekan Pertama Jadi Menkeu, Suahasil Langsung Diuji Pasar di Tengah Badai The Fed dan Harga Minyak ◆ Delapan Anak Pencari Bendera Pusaka Akan Diperankan Pemain Sungguhan dalam Versi Baru Merah Putih One for All ◆ Musuh Utamanya Manusia, Bukan Hantu, Empat Jurnalis Perempuan Adu Nyali di Memburu Pemangsa ◆ Netflix Angkat Lagi Rekayasa di Balik Kematian Brigadir J
FINANCE

Pekan Pertama Jadi Menkeu, Suahasil Langsung Diuji Pasar di Tengah Badai The Fed dan Harga Minyak

Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara pada 14 September 2026 sempat membuat IHSG berbalik dari koreksi lebih dari 2 persen, tetapi sepekan kemudian indeks tetap turun 1,53 persen. Analis menilai pasar kini lebih terpengaruh kenaikan bunga The Fed dan harga minyak, sambil menunggu bukti kredibilitas fiskal Suahasil.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 30 September 2026, 12:27 WIB · Diperbarui 01 Oktober 2026, 08:16 WIB · 6 dibaca
Purbaya Yudhi Sadewa dan Suahasil Nazara
— Foto: kemenkeu.co.id

DigiTVNews.com -- Pergantian Menteri Keuangan menjadi sentimen yang diperhatikan pasar sepanjang pekan lalu. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara pada Senin (14/9/2026) untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa lewat Keppres Nomor 97/P Tahun 2026. Namun, analis menilai pergerakan pasar sepekan terakhir tidak bisa dilepaskan dari faktor global.

Pada hari pengumuman, IHSG sempat anjlok hingga 2,56 persen ke sekitar level 6.371. Setelah pergantian Menteri Keuangan diumumkan, indeks berbalik menguat dan mempersempit koreksi, lalu ditutup turun tipis 0,1 persen di level 6.534,69. Seorang pengamat menilai dampaknya tidak terlalu besar karena pengumuman datang mendekati penutupan perdagangan. Meski begitu, investor asing membukukan jual bersih Rp337,44 miliar pada hari itu, sehingga respons pasar disebut terbelah.

Sehari kemudian, Selasa (15/9), IHSG ditutup melemah 1,13 persen atau 73,54 poin ke level 6.461,15, dengan asing masih mencatat penjualan bersih.

Sepanjang pekan 14–18 September, IHSG turun 1,53 persen ke level 6.441,16 dari 6.541,38 pada pekan sebelumnya. Investor asing mencatat jual bersih Rp1,79 triliun pada Jumat (18/9), sehingga akumulasi jual bersih sepanjang 2026 mencapai Rp74,36 triliun.

Tekanan datang dari luar negeri. The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke 3,75–4 persen pada Rabu (16/9) waktu setempat, kenaikan pertama sejak 2023, dan memberi sinyal peluang kenaikan lagi hingga akhir tahun. Harga minyak juga bertahan di atas US$100 per barel di tengah konflik Timur Tengah. Menurut seorang dosen keuangan, penurunan indeks tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan pergantian Menteri Keuangan karena pasar merespons banyak sentimen sekaligus.

Usai dilantik, Suahasil menyebut arahan Presiden adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan APBN mendukung program prioritas. Ia menegaskan defisit akan dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB.

Pada konferensi pers APBN KiTa perdananya, Jumat (18/9), Suahasil melaporkan defisit hingga Agustus 2026 sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen PDB, dengan keseimbangan primer surplus Rp154 triliun. Pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65,2 persen dari target, naik 25,4 persen secara tahunan. Kemenkeu mempertahankan outlook defisit 2026 sebesar 2,85 persen dan menyebut aliran modal asing ke SBN mencapai Rp33,8 triliun sejak kuartal III hingga 10 September. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di 7,17 persen per 15 September.

Analis menilai sosok Suahasil memberi unsur kesinambungan karena ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan. RHB Sekuritas menyebut pergantian ini sebagai kesinambungan dengan ujian kredibilitas fiskal, dan investor akan memantau sikap Suahasil terhadap belanja pemerintah, transfer ke daerah, subsidi energi, serta penempatan likuiditas di bank BUMN. Guru Besar UI Budi menilai dampak terhadap rupiah dan IHSG bisa positif jika disiplin fiskal dan defisit di bawah 3 persen tetap dijaga. BRI Danareksa Sekuritas menyebut perhatian pasar juga tertuju pada rupiah, aliran dana asing, dan ruang kebijakan Bank Indonesia.

Pemerintah belum menyampaikan alasan spesifik pergantian Purbaya. Purbaya mengakui rotasi ratusan pejabat Kemenkeu sebagian menjadi alasan, tetapi menyebut pergantian itu hak prerogatif Presiden. Seorang pengamat menilai terlalu dini menyimpulkan pencopotan disebabkan kinerja ekonomi yang gagal.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter