Jumat, 02 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Jakarta Buka Pintu Gratis Bagi Enam Kelompok Baru Pengguna Angkutan Umum ◆ Pekan Pertama Jadi Menkeu, Suahasil Langsung Diuji Pasar di Tengah Badai The Fed dan Harga Minyak ◆ Delapan Anak Pencari Bendera Pusaka Akan Diperankan Pemain Sungguhan dalam Versi Baru Merah Putih One for All ◆ Musuh Utamanya Manusia, Bukan Hantu, Empat Jurnalis Perempuan Adu Nyali di Memburu Pemangsa ◆ Netflix Angkat Lagi Rekayasa di Balik Kematian Brigadir J
HIBURAN

Netflix Angkat Lagi Rekayasa di Balik Kematian Brigadir J

Netflix merilis dokumenter Skenario Sang Jenderal (General Mayhem: The Killing of Brigadier J) pada 18 September 2026. Film berdurasi sekitar 89 menit karya sutradara Rob Sixsmith itu mengangkat kembali kasus pembunuhan Brigadir J dan upaya penutupan perkara di tubuh Polri, dan ramai dibicarakan publik.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 30 September 2026, 12:24 WIB · Diperbarui 01 Oktober 2026, 08:16 WIB · 6 dibaca
Poster Film Dokumenter Skenario Sang Jendral
— Foto: Netflix

DigiTVNews.com -- Dokumenter Netflix berjudul Skenario Sang Jenderal sedang ramai diperbincangkan setelah dirilis pada 18 September 2026. Film yang di pasar internasional bertajuk General Mayhem: The Killing of Brigadier J itu mengangkat kembali kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, salah satu kasus pidana yang paling menyita perhatian publik Indonesia pada tahun 2022.

Kemunculan dokumenter ini terbilang mendadak. Sebuah akun film di media sosial X mengaku terkejut Netflix tiba-tiba merilis dokumenter kasus tersebut, dan sejumlah media nasional langsung menurunkan ulasan sinopsis serta cara menontonnya. Film ini disutradarai oleh Rob Sixsmith, yang sebelumnya menyutradarai film dokumenter Netflix Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023).

Berdasarkan data rilis, durasi film sekitar 89 menit. Di Netflix Indonesia, film ini berklasifikasi 18+, dengan audio asli bahasa Indonesia dan pilihan bahasa Inggris. Netflix meringkas premisnya sebagai kematian seorang perwira muda di rumah seorang jenderal yang kemudian membuka upaya menutup-nutupi di tingkat tertinggi Polri.

Menurut tvOnenews, film dokumenter ini menyoroti bagaimana sebuah skenario rekayasa disusun untuk menutupi kematian Brigadir J. Polisi awalnya menyebut peristiwa di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan, sebagai baku tembak antarpolisi. Film memaparkan bagaimana narasi itu runtuh setelah pengusutan tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri, termasuk soal manipulasi tempat kejadian perkara dan perusakan barang bukti berupa rekaman CCTV. Sejumlah narasumber juga dihadirkan untuk memberi analisis tentang kejadian tersebut.

Peristiwa penembakan terjadi pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri saat itu, Irjen Ferdy Sambo. Dalam proses hukum yang panjang hingga tingkat kasasi, Sambo dinyatakan bersalah sebagai pihak yang merancang skenario palsu dan memerintahkan penembakan, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Ia kini menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor. Adapun Richard Eliezer atau Bharada E, yang menembak korban atas perintah atasannya, berstatus justice collaborator dan telah bebas.

Film dokumenter ini sudah dapat disaksikan di Netflix dengan berlangganan.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter