DigiTVNews.com -- Film animasi Merah Putih: One for All bakal dibuat ulang dalam versi live action. Rencana itu dikonfirmasi langsung oleh Endiarto, produser sekaligus sutradara film tersebut, saat dihubungi awak media pada Jumat (18/9/2026). Versi baru ini ditargetkan tayang di bioskop bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2027.
Endiarto mengaku gagasan ini muncul setelah melihat minimnya film bertema proklamasi kemerdekaan di bioskop pada peringatan HUT ke-81 RI, 17 Agustus 2026. Menurutnya, persiapan sudah berjalan sejak Agustus 2026. Ia juga berharap pihak yang dulu mengkritik film animasinya ikut menghadirkan karya bertema serupa.
Perfiki selaku pemilik hak kekayaan intelektual (IP) akan menggarap film ini dengan tim internal. Durasinya direncanakan sekitar 90 menit, lebih panjang dari versi animasi yang sekitar 70 menit. Lokasi syuting direncanakan di Yogyakarta.
Untuk mencari pemeran, Perfiki akan menggelar audisi terbuka. Karakter anak-anak dari latar belakang suku berbeda tetap dipertahankan, tetapi pemeran tidak harus berasal dari daerah yang sama dengan karakternya. Yang dipertimbangkan adalah kemampuan membawakan dialog dan dialek daerah.
Endiarto menyadari produksi live action membutuhkan dukungan lebih besar dibanding animasi. Perfiki terbuka bagi rumah produksi maupun perusahaan yang ingin berkolaborasi, dan tengah menyiapkan proposal untuk mencari sponsor serta mitra. Ia menyebut film bertema proklamasi kerap dianggap kurang komersial sehingga banyak pihak enggan terlibat.
Merah Putih: One for All pertama kali tayang pada 14 Agustus 2025. Ceritanya mengikuti delapan anak dari latar belakang Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa yang berupaya menemukan bendera pusaka yang hilang tiga hari sebelum upacara 17 Agustus.
Film itu sempat menuai polemik. Trailernya dikritik karena kualitas visual, dan isu anggaran produksi sebesar Rp6,7 miliar ikut memicu sorotan. Produser Toto Soegriwo membantah film itu menerima dana pemerintah. Cinépolis dan CGV tidak menayangkan film tersebut, dan Endiarto menyebut keterbatasan anggaran membuat film hanya bisa diputar di 16 layar. Pada 2025, ia juga sempat mengatakan animasi butuh waktu setidaknya dua tahun pengerjaan dan telah menyiapkan proyek live action untuk HUT RI 2026.
Hingga kini, belum ada pengumuman mengenai daftar pemeran, distributor, maupun jadwal audisi.
Belum ada komentar yang ditayangkan.