Kamis, 01 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Jakarta Buka Pintu Gratis Bagi Enam Kelompok Baru Pengguna Angkutan Umum ◆ Pekan Pertama Jadi Menkeu, Suahasil Langsung Diuji Pasar di Tengah Badai The Fed dan Harga Minyak ◆ Delapan Anak Pencari Bendera Pusaka Akan Diperankan Pemain Sungguhan dalam Versi Baru Merah Putih One for All ◆ Musuh Utamanya Manusia, Bukan Hantu, Empat Jurnalis Perempuan Adu Nyali di Memburu Pemangsa ◆ Netflix Angkat Lagi Rekayasa di Balik Kematian Brigadir J
TEKNOLOGI

Menkomdigi Temui Microsoft, Dorong Investasi US$1,7 Miliar Beri Manfaat Jangka Panjang

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengapresiasi komitmen investasi Microsoft senilai US$1,7 miliar (sekitar Rp27-30 triliun) di Indonesia untuk pengembangan infrastruktur cloud, kecerdasan artifisial (AI), dan penguatan ekosistem digital nasional. Apresiasi disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026). Meutya menekankan investasi tersebut harus disertai transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta perluasan kolaborasi keamanan siber dan perlindungan anak di ruang digital, sejalan dengan agenda Indonesia Emas 2045.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 30 September 2026, 12:18 WIB · Diperbarui 30 September 2026, 21:15 WIB · 3 dibaca
Meutya Hafid dengan President Microsoft Global Affairs, Lisa Monaco
— Foto: komdigi.go.id

NEW YORK, DigiTVNews.com -- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyambut positif komitmen investasi Microsoft senilai US$1,7 miliar di Indonesia, yang ditujukan untuk pengembangan infrastruktur cloud, kecerdasan artifisial (AI), serta penguatan ekosistem digital nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Meutya dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs, Lisa Monaco, di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026). "Kami apresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar USD 1,7 miliar di Indonesia, khususnya dalam infrastruktur cloud dan AI, serta kontribusinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia," ujar Meutya.

Meutya menegaskan bahwa manfaat investasi Microsoft tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Ia mendorong agar kerja sama ini turut mencakup transfer pengetahuan dan teknologi, pengembangan talenta digital, serta peningkatan kemampuan industri digital dalam negeri.

"Ke depan, kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia," kata Meutya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan infrastruktur yang tangguh dan inklusif. Ia berharap kemitraan dengan Microsoft dapat berkontribusi pada agenda Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kapabilitas dan daya saing digital nasional.

"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia," tuturnya.

Selain pembangunan infrastruktur cloud dan AI, pertemuan tersebut juga membahas isu keamanan siber serta tata kelola teknologi. Kedua pihak turut mendiskusikan perlindungan anak di ruang digital, termasuk implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Meutya mengajak Microsoft memperkuat penerapan prinsip safety-by-design dalam pengembangan teknologi, agar aspek keamanan menjadi bagian dari perancangan produk sejak tahap awal.

Meutya menyampaikan harapannya agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga berkembang menjadi pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan.

"Kami melihat Microsoft sebagai mitra penting dalam memperkuat kapabilitas dan daya saing digital Indonesia. Kami berharap Microsoft terus memperluas investasi dan komitmen jangka panjangnya di Indonesia," pungkas Meutya.

Sebagai catatan, komitmen investasi US$1,7 miliar ini pertama kali diumumkan langsung oleh Chairman dan CEO Microsoft, Satya Nadella, pada April 2024 di Jakarta, mencakup pembangunan infrastruktur cloud dan AI baru, pelatihan keterampilan AI bagi ratusan ribu orang, serta dukungan bagi komunitas pengembang lokal dan disebut sebagai investasi tunggal terbesar dalam sejarah Microsoft di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter