Indonesia diam-diam lagi ngebut proyek besar di bidang antariksa. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan uji terbang roket dua tingkat pertama karya periset dalam negeri pada 2029. Bukan proyek kaleng-kaleng, ini bagian dari cita-cita besar Indonesia buat punya kemandirian teknologi keantariksaan sendiri.
Roket dua tingkat ini nggak dibangun dalam semalam. BRIN sudah menyusun peta jalan yang cukup detail, tahap demi tahap, sampai akhirnya siap uji terbang penuh di 2029. Salah satu komponen kunci yang lagi digenjot adalah motor roket RX 450, yang punya jangkauan sampai 100 kilometer.
Tahun ini, 2026, tim periset BRIN fokus merampungkan desain keseluruhan roket dua tingkat sekaligus desain sistem separasinya. Baru di 2027, mereka bakal masuk tahap Critical Design Review (CDR), uji statis motor roket berperforma tinggi, dan uji terbang sistem separasi. Tahun berikutnya, 2028, giliran roket tingkat pertama dan kedua diuji terbang secara terpisah, sebelum akhirnya digabung jadi satu unit utuh untuk uji terbang final di 2029.
Kepala Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Arif Nur Hakim, menjelaskan kalau penyesuaian tahapan ini bukan tanpa alasan. Peta jalan sebelumnya disusun berdasarkan asumsi dan tingkat penguasaan teknologi di masa itu. Setelah dievaluasi, setiap tahap perlu dipastikan benar-benar dikuasai dulu sebelum lanjut ke tahap berikutnya, biar datanya valid dan risetnya nggak jalan setengah-setengah.

Proyek ambisius ini didukung lewat skema pendanaan Program Riset Invitasi Strategis (PRIS), yang memberi ruang buat periset fokus mengejar penguasaan teknologi kunci tanpa terlalu dipusingkan urusan anggaran.
Menariknya, roket bukan satu-satunya "mainan besar" yang lagi disiapkan BRIN. Mereka juga sedang mengembangkan Bandar Antariksa pertama Indonesia, sesuai amanat undang-undang. Untuk mewujudkannya, BRIN menggandeng dua mitra investor strategis asing, masing-masing fokus di segmen roket besar dan roket kecil. Kerja sama ini sekarang lagi di tahap konsolidasi, dengan target desain dasar Bandar Antariksa rampung tahun ini juga.
Buat konteks, riset roket bertingkat ini sebenarnya bukan hal baru buat Indonesia. Cikal bakalnya sudah dimulai sejak awal 2020-an, sempat molor jadwalnya karena pandemi, dan sekarang jalan lagi dengan peta jalan yang lebih matang dan realistis.
Kalau semua tahapan berjalan mulus, 2029 bisa jadi momen bersejarah: Indonesia resmi punya roket dua tingkat karya anak bangsa yang teruji terbang, sekaligus langkah nyata menuju kemandirian teknologi antariksa yang selama ini masih jadi PR besar buat negara-negara berkembang seperti kita.


Belum ada komentar yang ditayangkan.