Kabar baik datang dari Nusa Tenggara Timur. Sepekan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026), jaringan telekomunikasi yang sempat lumpuh di sana kini hampir sepenuhnya pulih.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengumumkan bahwa per pukul 18.00 WIB, 18 Agustus 2026, sebanyak 99,9% site atau BTS yang terdampak gempa sudah berhasil diperbaiki. Angka ini datang dari total 812 site/BTS yang sempat terganggu akibat gempa, tersebar di 11 kabupaten/kota di seluruh Provinsi NTT.
Dari ratusan titik yang sempat mati itu, kini cuma tersisa satu BTS yang masih dalam proses perbaikan, tepatnya di wilayah Manggarai. Sementara itu, delapan daerah lain yang sebelumnya juga kena dampak, jaringannya sudah kembali normal seluruhnya.
Kenapa ini penting? Karena pasca bencana, jaringan komunikasi bukan cuma soal bisa telepon atau buka medsos. Ini menyangkut koordinasi tim penyelamat, distribusi bantuan, sampai kabar keluarga yang saling mencari satu sama lain di tengah kondisi darurat. Makin cepat sinyal pulih, makin cepat juga proses tanggap darurat dan pemulihan berjalan.

Selain memperbaiki BTS yang rusak, Kemkomdigi juga turun tangan langsung dengan mengirimkan 20 perangkat Starlink ke wilayah terdampak. Langkah ini jadi solusi cepat buat warga yang butuh akses komunikasi instan, sembari perbaikan infrastruktur permanen terus dikebut.
Proses pemulihan secepat ini juga nggak lepas dari kerja sama antara pemerintah dan operator seluler yang beroperasi di NTT. Tim teknisi lapangan dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak, sebagian bahkan harus menembus akses jalan yang rusak akibat gempa demi memastikan tower dan perangkat jaringan kembali menyala. Sinergi semacam ini jadi kunci kenapa target pemulihan bisa dikejar dalam hitungan hari, bukan minggu atau bulan seperti yang sering terjadi pada bencana besar sebelumnya.
Perlu diketahui, gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores ini memang cukup dahsyat. Tercatat sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah mengalami kerusakan, dengan Manggarai Timur jadi salah satu wilayah paling parah terdampak. Respons cepat pun langsung dikerahkan pemerintah pusat atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, dengan koordinasi di bawah Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pihaknya akan terus mengebut penyelesaian satu BTS yang tersisa, sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk terus bahu-membahu memberi dukungan bagi saudara-saudara di NTT yang masih dalam proses pemulihan pasca bencana.


Belum ada komentar yang ditayangkan.