Sabtu, 03 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Jakarta Buka Pintu Gratis Bagi Enam Kelompok Baru Pengguna Angkutan Umum ◆ Pekan Pertama Jadi Menkeu, Suahasil Langsung Diuji Pasar di Tengah Badai The Fed dan Harga Minyak ◆ Delapan Anak Pencari Bendera Pusaka Akan Diperankan Pemain Sungguhan dalam Versi Baru Merah Putih One for All ◆ Musuh Utamanya Manusia, Bukan Hantu, Empat Jurnalis Perempuan Adu Nyali di Memburu Pemangsa ◆ Netflix Angkat Lagi Rekayasa di Balik Kematian Brigadir J
OTOMOTIF

Showa Evo PD Jadi Bukti Astemo Serius Garap Pasar Aftermarket Indonesia

Astemo memperkenalkan suspensi aftermarket Showa Evo PD dengan teknologi Position Dependent dalam ajang Automechanika Jakarta 2026, menandai world premiere global pertama produk tersebut di Indonesia. Suspensi ini diklaim mampu menyerap energi hingga 23 persen lebih baik dan akan tersedia untuk tujuh model motor Honda mulai awal 2027.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 30 September 2026, 12:17 WIB · Diperbarui 02 Oktober 2026, 19:57 WIB · 4 dibaca
Astemo memperkenalkan Showa Evo PD
— Foto: carmudi.co.id

TANGERANG, DigiTVNews.com -- Astemo (Advanced Sustainable Technologies for Mobility) resmi memperkenalkan suspensi aftermarket terbarunya, Showa Evo/PD, dalam ajang Automechanika Jakarta 2026 di NICE, PIK 2, Tangerang, Jumat (25/9/2026). Produk ini mengusung teknologi Position Dependence (PD) yang membuat karakter peredaman berubah mengikuti posisi kerja shock absorber.

Yang menarik, peluncuran ini bukan sekadar debut pasar lokal. Indonesia dipilih sebagai negara pertama tempat produk tersebut diperkenalkan kepada publik dunia. Asia Aftermarket Business Unit Head Astemo Asia, Rakesh Gandhi, menyebut peluncuran ini sebagai world premiere global. "Ini produk world premiere yang diperkenalkan pertama di Indonesia," katanya di sela peluncuran Showa Evo/PD.

Product Engineer Astemo Bekasi Manufacturing, Yohanes Martono, menjelaskan bahwa teknologi PD memungkinkan gaya redam tidak dibuat sama di seluruh rentang gerak suspensi. Saat motor digunakan sendirian di jalan rata dan suspensi hanya bekerja pada stroke pendek (0-45 mm), sistem menurunkan gaya damping agar karakter berkendara terasa lebih empuk.

Namun ketika beban bertambah, misalnya saat berboncengan atau melintasi jalan berlubang dan polisi tidur, stroke suspensi bekerja lebih dalam, sehingga gaya redam ikut meningkat untuk menjaga stabilitas dan mengurangi gerakan berlebih. Pendekatan ini menjadi bagian dari filosofi besar Showa Evo/PD yang mengusung tema "Comfort in Motion, Confidence in Control".

Astemo menyebut desain Showa Evo/PD mampu meningkatkan kemampuan penyerapan energi hingga 23 persen dibandingkan komponen standar. Sejumlah teknologi pendukung turut disematkan, di antaranya:
1. Special Design Spring, pegas dengan diameter lebih besar dari standar OEM dan tiga tingkat karakter kekerasan.
2. Low Friction Piston Ring berlapis Teflon, untuk mengurangi gesekan saat piston bergerak naik-turun.
3. Progressive Bump Stopper berbahan urethane rubber, yang bekerja saat suspensi mendekati titik bottom out agar hentakan terasa lebih halus.

Astemo juga mengklaim produk ini telah diuji dengan beban hingga 400 kg, jauh di atas kondisi penggunaan harian pada umumnya, serta melalui proses pengembangan dan pengujian di Jepang sebelum dipasarkan di Indonesia.

Showa Evo/PD dirancang untuk motor matik dan bebek yang banyak digunakan di Indonesia, yaitu Honda BeAT 110, Genio 110, Vario 125/150/160, Stylo 160, Scoopy 110, PCX 150/160, dan Supra X 125. Produk ini ditawarkan dalam empat pilihan warna: hitam, putih, merah, dan biru.

Meski sudah diperkenalkan ke publik, Astemo belum mengungkapkan harga resmi. Konsumen juga masih harus menunggu, karena Showa Evo/PD baru direncanakan mulai dipasarkan pada awal 2027.

Rakesh Gandhi menegaskan Indonesia menjadi pasar penting bagi Astemo mengingat skala industri sepeda motor di dalamnya. "Lebih dari 120 juta sepeda motor dan masih terus berkembang sangat cepat. Itu adalah ukuran pasar yang sangat penting untuk pasar sepeda motor di dunia," ujarnya.

Secara kawasan, Astemo mencatat populasi sepeda motor di Asia mencapai hampir 600 juta unit, menjadikan Indonesia salah satu pasar yang ingin terus dikembangkan lewat lini produk aftermarket. Astemo sendiri bukan nama baru di industri komponen otomotif Tanah Air. Perusahaan memiliki sejarah panjang lewat sejumlah merek seperti Showa, Keihin, Nissin, dan Tokico yang produknya telah digunakan sebagai komponen bawaan berbagai kendaraan di Indonesia.

Kehadiran Showa Evo/PD di Automechanika Jakarta 2026 sekaligus menjadi milestone awal dalam rencana Astemo membawa teknologi ini ke pasar global, dengan Indonesia sebagai titik mula peluncurannya.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter