Senin, 12 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Sinar Mas dan iFLYTEK Pamerkan Papan Tulis Pintar dan AI Penunjang Tenaga Medis ◆ Jutaan Konten Judol Sudah Diputus, Komdigi Kini Libatkan Mata Warga Memburu Sisanya ◆ Akses Awal Tanpa Fitur Interaksi Jadi Resep Komdigi untuk Layanan Digital Anak ◆ Palu Paripurna DPR Akhiri Era Listyo Sigit Setelah Hampir Enam Tahun Pimpin Polri ◆ Tulang Punggung Data Bansos Digital Sudah Layani 5,4 Juta Keluarga di Masa Uji Coba
TEKNOLOGI

Rebutan Kursi di Meja Perundingan Jaringan Masa Depan, India Resmi Gabung Aliansi Global 6G

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan India resmi bergabung dengan AS dan 24 negara lain dalam inisiatif global untuk mengarahkan pengembangan dan penerapan jaringan telekomunikasi generasi berikutnya, 6G. Kesepakatan ini dituntaskan lewat pertemuan bilateral Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Menteri Negara Perdagangan dan Perindustrian India Jitin Prasada di sela G20 Innovation Ministerial. Langkah ini melengkapi program domestik India, Bharat 6G Mission, yang alansinya kini beranggotakan 90 entitas.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 14 September 2026, 03:58 WIB · Diperbarui 08 Oktober 2026, 08:30 WIB · 16 dibaca
jaringan 6G
— Foto: www.istockphoto.com

DigiTVNews.com -- India resmi bergabung dengan Amerika Serikat dan 24 negara lain dalam sebuah inisiatif global untuk mengarahkan pengembangan dan penerapan jaringan telekomunikasi generasi berikutnya, 6G. Pengumuman ini disampaikan Departemen Perdagangan Amerika Serikat pada Senin waktu setempat, menandai langkah signifikan India dalam ikut menentukan arsitektur teknologi, keamanan, dan strategi jaringan nirkabel masa depan.

Kesepakatan ini dituntaskan lewat pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick dan Menteri Negara Perdagangan dan Perindustrian India Jitin Prasada, di sela-sela pertemuan G20 Innovation Ministerial. Dalam unggahan di platform X, Departemen Perdagangan AS menyebutkan bahwa kedua pihak membahas masa depan teknologi 6G sebelum akhirnya mengumumkan bahwa India resmi bergabung dengan AS dan 24 negara lainnya dalam upaya bersama tersebut.

Jitin Prasada memimpin delegasi India dalam pertemuan G20 Innovation Ministers yang berlangsung pada 1–2 September 2026 di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat. Pertemuan ini digelar oleh Departemen Perdagangan AS bersama Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih (OSTP). Delegasi India turut didampingi pejabat dari Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi (MeitY), Departemen Sains dan Teknologi (DST), serta Departemen Promosi Industri dan Perdagangan Dalam Negeri (DPIIT).

Pada penutupan pertemuan tersebut, para menteri G20 merilis Pernyataan Menteri Inovasi yang mengakui bahwa teknologi mutakhir berpotensi membuka kemakmuran, meningkatkan produktivitas, dan memperluas peluang bagi seluruh masyarakat dunia.

Inisiatif ini bertujuan memastikan jaringan 6G generasi mendatang mencerminkan kepentingan keamanan bersama, memperkuat daya saing teknologi, sekaligus mendorong inovasi di antara negara-negara peserta. Dengan bergabungnya India, kini terdapat 26 pemerintahan yang berupaya memengaruhi arsitektur teknologi, keamanan, dan strategi jaringan komunikasi nirkabel masa depan.

Perlu dicatat, bergabungnya India dalam aliansi ini tidak berarti layanan 6G akan segera tersedia bagi publik. Teknologi tersebut masih berada pada tahap riset, pengembangan, dan standardisasi. Sejumlah pekerjaan rumah masih harus dirampungkan, mulai dari standar teknis, kebutuhan spektrum, kerangka keamanan, arsitektur perangkat, hingga aplikasi komersialnya. Namun dengan bergabung pada tahap ini, India mendapat "kursi" dalam perumusan aturan main yang akan membentuk masa depan jaringan tersebut.

Partisipasi India dalam inisiatif global ini melengkapi program domestiknya, Bharat 6G Mission, yang selama ini membangun ekosistem melibatkan operator telekomunikasi, produsen perangkat, startup, universitas, hingga lembaga riset. Menurut Kementerian Komunikasi India, Bharat 6G Alliance telah berkembang menjadi 90 anggota pada Juli 2026, mencakup penyedia layanan telekomunikasi, produsen perangkat, startup, institusi akademik, dan lembaga riset. Aliansi ini juga membentuk kelompok kerja yang membahas teknologi 6G, spektrum, aplikasi, perangkat, komponen, hingga keberlanjutan.

Pemerintah India menyatakan bahwa aliansi domestik ini dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan kekayaan intelektual dalam negeri, sekaligus membantu menyusun proposal untuk uji coba (testbed) dan riset lanjutan. Sebelumnya, pada 2025, Bharat 6G Alliance bersama sembilan badan global lainnya juga menandatangani Delhi Declaration yang menegaskan komitmen membangun ekosistem 6G yang aman, terbuka, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

India sendiri disebut telah masuk jajaran enam besar dunia dalam jumlah pengajuan paten terkait 6G, dengan pemerintah menganggarkan dana riset signifikan untuk lebih dari seratus proyek penelitian. Teknologi 6G diproyeksikan mampu menghadirkan kecepatan data hingga satu terabit per detik, jauh lebih cepat dibanding 5G, dan diperkirakan menyumbang kontribusi ekonomi besar bagi India dalam beberapa tahun mendatang.

Keterlibatan India dalam aliansi 6G global ini juga mencerminkan peran negara tersebut yang terus meluas dalam membentuk agenda teknologi dan inovasi dunia. Pertemuan dengan Amerika Serikat turut menegaskan komitmen kedua negara membangun kemitraan strategis di berbagai bidang teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan artifisial, semikonduktor, infrastruktur publik digital (DPI), dan robotika yang diharapkan dapat diterjemahkan menjadi peluang inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan langkah ini, India menegaskan posisinya bukan hanya sebagai pengguna teknologi jaringan generasi mendatang, tetapi juga sebagai salah satu pihak yang turut menentukan arah pengembangannya di panggung global.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter