Jumat, 28 Agustus 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Ning Lia Istifhama: Muktamar NU Dongkrak Ekonomi Jombang, Kini Saatnya NU Go Digital ◆ Prabowo Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU, Gaungkan Semangat Mandiri, Berdaya, dan Bertransformasi ◆ DPR Dikepung Massa, Pimpinan Teken Kesepakatan Siap Mundur Soal RUU Perampasan Aset ◆ KUA On The Next Level, Transformasi Digital Layanan Umat ◆ Bukan Cuma Urusan Asmara, Ini 8 Layanan KUA yang Dipamerkan di Muktamar NU
EKONOMI

Ning Lia Istifhama: Muktamar NU Dongkrak Ekonomi Jombang, Kini Saatnya NU Go Digital

Presiden Prabowo Subianto resmi buka Muktamar ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026), didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka dan jajaran petinggi NU. Anggota DPD RI Lia Istifhama menyoroti dampak ekonomi positif bagi Jombang serta harapannya agar kepemimpinan NU mendatang mendorong transformasi digital organisasi.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 27 Agustus 2026, 18:47 WIB · Diperbarui 28 Agustus 2026, 04:55 WIB · 37 dibaca
Lia Istifhama
— Foto: Digi TV News

JOMBANG, DigiTVNews.com – Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berlangsung meriah pada Kamis (27/8/2026). Muktamar yang menjadi perhatian warga Nahdliyin dari berbagai daerah tersebut secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden membuka rangkaian Muktamar Ke-35 NU dengan memukul bedug sebagai penanda dimulainya forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

"Bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, hari Kamis 27 Agustus 2026, dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama," ujar Presiden Prabowo sebelum prosesi pemukulan bedug.

Dalam pembukaan tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta Pengasuh PP Bahrul Ulum KH M Hasib Wahab Hasbullah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa NU merupakan institusi bersejarah yang memiliki jasa besar dalam perjalanan perjuangan dan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Ini kehormatan besar bagi saya. Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia," kata Presiden Prabowo.

Presiden dan Wakil Presiden RI
Foto: Digi TV News

Salah seorang muktamirin yang hadir dalam pembukaan Muktamar Ke-35 NU, Anggota DPD RI Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, mengaku bersyukur karena Jombang dan Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan muktamar.
Menurut Ning Lia, kehadiran ribuan warga Nahdliyin dan muktamirin dari berbagai daerah memberikan dampak positif yang luas, terutama terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

"Kita bersyukur karena Jombang atau Jawa Timur menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Kita lihat ada sebuah multiplier effect, bahwasanya masyarakat bersukacita. Jadi benar-benar sektor ekonomi itu sangat naik, ikut terdongkrak dengan adanya momentum yang sangat nasional ini," ujar Ning Lia kepada Digi TV News.

Selain dampak ekonomi, Ning Lia juga menilai suasana penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Meski dipadati masyarakat dan warga Nahdliyin dari berbagai daerah, suasana tetap berlangsung tertib, tenang, dan guyub.

"Kita lihat bagaimana suasananya, walaupun ramai tetapi sangat tenang dan sangat guyub. Warga Nahdliyin menyambut muktamar ini dengan sangat penuh sukacita. Jadi ini momen yang patut kita hargai dan kita apresiasi bersama," katanya.

Jombang pun dinilai Tepat Menjadi Tuan Rumah. Ning Lia mengatakan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang memiliki makna tersendiri. Daerah tersebut memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, pelaksanaan muktamar di Jombang menjadi sebuah momentum untuk kembali mengingat akar sejarah organisasi sekaligus memperkuat hubungan antara NU, jamaah, dan masyarakat.

Suasana acara Muktamar ke-35 NU
Foto: Digi TV News

"Kalau kita lihat, pelaksanaan muktamar sebelumnya sangat oke, tapi sekarang juga lebih oke. Kenapa? Karena ini adalah Jombang, kota di mana para pendiri Nahdlatul Ulama lahir. Jadi ini benar-benar cikal bakal NU," ujar Ning Lia.

Ia menambahkan, pemilihan Jombang sebagai lokasi muktamar juga sejalan dengan semangat untuk kembali memperkuat kedekatan NU dengan basis jamaahnya.

"Kalau kita memiliki sebuah gagasan besar bahwa jalan pulang NU ke jamaah itu sangat-sangat terjawab ketika pelaksanaannya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ning Lia berharap Muktamar Ke-35 NU mampu melahirkan kepemimpinan yang membawa organisasi semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia menekankan pentingnya transformasi digital di tubuh NU, terutama dalam menjawab perubahan teknologi yang semakin cepat dan peran besar generasi muda dalam perkembangan dunia digital.

"Kita berharap siapa pun Ketua Umum yang terpilih nanti benar-benar semakin mengangkat NU lebih luar biasa. Bagaimana transformasi digital itu benar-benar bisa dilakukan secara adaptif dan inovatif," ujarnya.

Menurut Ning Lia, NU memiliki potensi besar untuk memperkuat transformasi digital karena kaderisasi organisasi saat ini juga berada di tangan generasi muda yang tumbuh bersama perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan dunia digital.

"Kaderisasi NU ada di tangan Gen Z, dan Gen Z adalah pelaku dan penggerak AI atau dunia digital. Jadi ketika transformasi digital benar-benar diangkat oleh Nahdlatul Ulama ke depan, maka akan sangat luar biasa," katanya.
Ning Lia optimistis NU yang telah memasuki usia lebih dari satu abad dapat terus berkembang sebagai organisasi besar yang mampu menjaga tradisi sekaligus menjawab tantangan masa depan.

"Ini adalah ormas yang sudah berusia satu abad, ormas terbesar di Indonesia, dan juga ormas yang peduli kepada Gen Z," pungkasnya.

Muktamar Ke-35 NU di Jombang menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin untuk menentukan arah perjalanan organisasi ke depan, termasuk dalam memilih kepemimpinan baru serta merumuskan berbagai langkah strategis NU dalam menghadapi tantangan sosial, kebangsaan, dan perkembangan teknologi di masa mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT