Selasa, 29 September 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
AI Otonom OpenAI Bikin Australia Berang, Ini Kronologi Lengkapnya ◆ QRIS Dinilai Bisa Buka Jalan Ekonomi Kreatif RI Tembus Pasar Pembayaran Global ◆ Sugiono Bawa Indonesia Masuk Daftar 91 Penandatangan Konvensi Siber PBB ◆ ESET Hadirkan Layanan Keamanan Siber Terkelola dengan Respons 6 Menit di Indonesia ◆ Rosalia Indah, Sriwijaya Air, hingga FatSecret Kena Teguran Komdigi karena Belum Daftar PSE
OTOMOTIF

Motor Listrik Pindah ke Belakang, Tenaga Atto 1 Baru Melonjak dan Bagasi Depan Muncul

BYD Atto 1 generasi kedua, yang di China dikenal sebagai Seagull, mengganti sistem penggeraknya dari roda depan ke roda belakang. Berdasarkan data regulasi MIIT, tenaga motor naik dari 55 kW menjadi 95 kW, sementara harga dan jadwal peluncuran belum diumumkan.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 29 September 2026, 00:40 WIB · Diperbarui 29 September 2026, 10:37 WIB · 5 dibaca
BYD Atto1
— Foto: byd

DigiTVNews.com -- BYD Atto 1 generasi kedua tampil dengan perubahan besar pada sistem penggeraknya. Hatchback listrik mungil yang di China dipasarkan sebagai Seagull ini memindahkan motor listrik dari roda depan ke roda belakang, sehingga skema penggeraknya berubah dari FWD menjadi RWD.

Perubahan itu terungkap lewat dokumen pengajuan BYD kepada Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Dokumen tersebut diperkuat sketsa desain yang sebelumnya beredar dan foto sesi pemotretan promosi. Informasi ini dilaporkan Carnewschina dan dikutip sejumlah media di Indonesia.

Pada generasi pertama, Atto 1 memakai motor listrik 55 kW yang dipasang di depan dan menggerakkan roda depan. Di generasi kedua, unit penggerak berpindah ke poros belakang. Data MIIT mencatat motor berkode TZ164XYB buatan Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd. dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 hp. Angka itu naik sekitar 72,7 persen dari model sebelumnya.

Peningkatan tenaga membuat kecepatan maksimum yang tercatat naik menjadi 150 km/jam. BYD mengajukan dua varian listrik murni dengan baterai lithium iron phosphate (LFP). Namun, perusahaan belum mengumumkan secara resmi waktu pengisian dayanya. Pemindahan motor ke belakang membuka ruang di bawah kap depan yang bisa dipakai sebagai bagasi depan atau frunk. Kapasitasnya belum diumumkan.

Kaki-kaki juga dirombak. Suspensi belakang torsion beam diganti suspensi independen multi-link, dan ban yang dipakai lebih lebar, yakni 205/60 R16. Menurut sketsa yang dirilis BYD lewat Zhang Zhuo, General Manager Ocean Sales Division BYD, dimensi bodi pun membesar. Panjangnya bertambah 425 mm dan jarak sumbu roda bertambah 150 mm dibanding pendahulunya.

Di dalam kabin, mobil lima penumpang ini tak lagi memakai panel instrumen konvensional. Fitur yang terlihat antara lain layar sentuh tengah model floating, setir dua palang, tombol fisik model toggle di bawah ventilasi AC, pengisi daya ponsel nirkabel, dan dua tempat minum.

Salah satu varian juga disiapkan dengan opsi sensor LiDAR untuk sistem bantuan berkendara DiPilot 300 (God's Eye B). Ketersediaannya bergantung pada konfigurasi kendaraan. Foto promosi terbaru juga memunculkan dugaan bahwa varian tertinggi bisa mendukung Blade Battery generasi kedua BYD, meski belum ada konfirmasi resmi.

Sejauh ini BYD belum mengumumkan harga maupun tanggal peluncuran resmi, termasuk untuk pasar Indonesia. Seagull sendiri termasuk model terlaris BYD sejak meluncur pada 2023. Unit ke-200.000-nya diproduksi hanya dalam tujuh bulan sejak dipasarkan di China. Karena Indonesia menjadi salah satu basis ekspansi BYD, generasi baru ini berpotensi ikut memperkuat posisi mereka di pasar mobil listrik nasional.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter