DigiTVNews.com -- BYD Atto 1 generasi kedua tampil dengan perubahan besar pada sistem penggeraknya. Hatchback listrik mungil yang di China dipasarkan sebagai Seagull ini memindahkan motor listrik dari roda depan ke roda belakang, sehingga skema penggeraknya berubah dari FWD menjadi RWD.
Perubahan itu terungkap lewat dokumen pengajuan BYD kepada Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Dokumen tersebut diperkuat sketsa desain yang sebelumnya beredar dan foto sesi pemotretan promosi. Informasi ini dilaporkan Carnewschina dan dikutip sejumlah media di Indonesia.
Pada generasi pertama, Atto 1 memakai motor listrik 55 kW yang dipasang di depan dan menggerakkan roda depan. Di generasi kedua, unit penggerak berpindah ke poros belakang. Data MIIT mencatat motor berkode TZ164XYB buatan Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd. dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 hp. Angka itu naik sekitar 72,7 persen dari model sebelumnya.
Peningkatan tenaga membuat kecepatan maksimum yang tercatat naik menjadi 150 km/jam. BYD mengajukan dua varian listrik murni dengan baterai lithium iron phosphate (LFP). Namun, perusahaan belum mengumumkan secara resmi waktu pengisian dayanya. Pemindahan motor ke belakang membuka ruang di bawah kap depan yang bisa dipakai sebagai bagasi depan atau frunk. Kapasitasnya belum diumumkan.
Kaki-kaki juga dirombak. Suspensi belakang torsion beam diganti suspensi independen multi-link, dan ban yang dipakai lebih lebar, yakni 205/60 R16. Menurut sketsa yang dirilis BYD lewat Zhang Zhuo, General Manager Ocean Sales Division BYD, dimensi bodi pun membesar. Panjangnya bertambah 425 mm dan jarak sumbu roda bertambah 150 mm dibanding pendahulunya.
Di dalam kabin, mobil lima penumpang ini tak lagi memakai panel instrumen konvensional. Fitur yang terlihat antara lain layar sentuh tengah model floating, setir dua palang, tombol fisik model toggle di bawah ventilasi AC, pengisi daya ponsel nirkabel, dan dua tempat minum.
Salah satu varian juga disiapkan dengan opsi sensor LiDAR untuk sistem bantuan berkendara DiPilot 300 (God's Eye B). Ketersediaannya bergantung pada konfigurasi kendaraan. Foto promosi terbaru juga memunculkan dugaan bahwa varian tertinggi bisa mendukung Blade Battery generasi kedua BYD, meski belum ada konfirmasi resmi.
Sejauh ini BYD belum mengumumkan harga maupun tanggal peluncuran resmi, termasuk untuk pasar Indonesia. Seagull sendiri termasuk model terlaris BYD sejak meluncur pada 2023. Unit ke-200.000-nya diproduksi hanya dalam tujuh bulan sejak dipasarkan di China. Karena Indonesia menjadi salah satu basis ekspansi BYD, generasi baru ini berpotensi ikut memperkuat posisi mereka di pasar mobil listrik nasional.
Belum ada komentar yang ditayangkan.