Senin, 26 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Lonjakan Kebutuhan Listrik Pusat Data Dorong Pemerintah Rapatkan Barisan dengan Pengusaha Daerah ◆ Dari Bali, Indonesia dan Malaysia Rapatkan Barisan Jaga Anak dari Risiko Internet ◆ Listrik, Air, dan Jaringan Cadangan Jadi Syarat Pusat Data AI Melangkah ke Timur Nusantara ◆ Insinyur AI hingga Ahli Siber Diburu, Pemerintah Rancang Fondasi Ekosistem Digital Tepercaya ◆ Dari Nusa Dua, Indonesia Ajak Negara Berkembang Ikut Menentukan Arah Internet Dunia
TEKNOLOGI

Listrik, Air, dan Jaringan Cadangan Jadi Syarat Pusat Data AI Melangkah ke Timur Nusantara

Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan peta jalan pemerataan pusat data AI agar tidak lagi menumpuk di Jawa dan Batam, tetapi juga hadir di Indonesia Timur. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto menegaskan perluasan ini membutuhkan perencanaan terpadu yang memperhitungkan pasokan listrik, air, dan konektivitas berkapasitas tinggi. Pemerintah juga menyiapkan konektivitas cadangan serta menyelaraskan perizinan agar investasi infrastruktur digital berjalan bertahap sesuai kesiapan tiap wilayah hingga 2030.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 26 Oktober 2026, 04:59 WIB · Diperbarui 26 Oktober 2026, 07:42 WIB · 3 dibaca
diskusi panel pada Bali Tech Week 2026
— Foto: Komdigi

BALI, DigiTVNews.com -- Peta lokasi pusat data di Indonesia selama ini condong ke barat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini menyiapkan peta jalan untuk memperluas pembangunan pusat data, terutama yang melayani kebutuhan komputasi kecerdasan artifisial (AI), hingga ke kawasan Indonesia Timur.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto menyatakan pemerataan ini perlu dukungan perencanaan terintegrasi. Menurutnya, pembangunan pusat data tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan bangunan fisik. Pemerintah harus menimbang kesiapan pasar, ketersediaan sumber daya, pasokan energi, serta dukungan konektivitas nasional dan internasional.

Wayan menyampaikan hal ini di tengah rangkaian Bali Tech Week 2026, dan Komdigi disebut tengah menyiapkan sejumlah kawasan untuk pusat data swasta hingga Indonesia bagian timur.

Dua hal menjadi prasyarat utama penentuan lokasi, yakni pasokan listrik dan air. Pusat data AI mengonsumsi energi besar, sehingga lokasi baru harus memastikan ketersediaan daya sejak awal. Bagi investor, kepastian listrik, air, dan lahan di luar Jawa akan menentukan kelayakan proyek sebelum konstruksi dimulai.

Isu ini sejalan dengan upaya pemerintah menyinkronkan infrastruktur AI dan energi. Dalam diskusi terpisah di Bali Tech Week, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut kebutuhan tambahan listrik untuk pusat data diperkirakan mencapai 20 gigawatt.

Selain energi, Wayan menyoroti kebutuhan konektivitas cadangan. Jalur alternatif ini dimaksudkan agar pusat data di luar Jawa dan Batam tidak menjadi fasilitas yang terisolasi, dan jaringan pusat data tetap tangguh. Ia menegaskan bahwa AI membutuhkan konektivitas berkapasitas tinggi.

Komdigi juga menyiapkan aturan mengenai kabel bawah laut dan pusat data. Sebelumnya, Wayan menyebut lokasi pusat data baru sebaiknya dekat dengan pusat kabel yang sudah terbangun. Ia juga mengakui belum ada izin khusus untuk pusat data, dan aturan terkait masih tersebar di beberapa lembaga. Komdigi berkoordinasi dengan kementerian lain, termasuk BKPM dan Kementerian Perdagangan, untuk menyelaraskan perizinan.

Menurut Komdigi, pemerataan investasi akan dilakukan bertahap mengikuti perkembangan pasar dan kesiapan ekosistem tiap wilayah. Pemerintah menargetkan langkah ini memperkuat kesiapan Indonesia memenuhi kebutuhan ekonomi digital dan pengembangan AI hingga 2030.

Pada April 2026, Wayan telah menyampaikan rencana penyusunan master plan dan roadmap pusat data yang tidak hanya berfokus di barat. Ia juga menyebut Komdigi mengusung konsep green data center agar pembangunan tetap berkelanjutan. Pelaku industri pusat data banyak beroperasi di Batam karena dekat dengan Singapura, sehingga sebaran fasilitas masih terpusat di wilayah barat.

Di sisi regulasi AI, Menkomdigi Meutya Hafid menyebut pemerintah sedang menyiapkan dua rancangan Peraturan Presiden, yakni tentang etika AI dan peta jalan AI nasional. Pemerataan pusat data diharapkan menjadi pondasi fisik bagi ekosistem tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter