DigiTVNews.com -- Produsen otomotif asal Jepang, Toyota, mencatat total investasi lebih dari Rp100 triliun selama lebih dari lima dekade beroperasi di Indonesia. Investasi tersebut menopang pengembangan basis produksi dan rantai pasok Toyota di dalam negeri.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan perusahaan terus memperkuat produksi lokal, termasuk melalui peningkatan produksi kendaraan dan pemanfaatan komponen dalam negeri. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini Toyota telah berinvestasi lebih dari Rp100 triliun di Indonesia, dengan sekitar 90% kendaraan Toyota yang dipasarkan diproduksi di dalam negeri dan kandungan lokal berkisar 70-80%. Pernyataan itu disampaikan Bansar dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, kendaraan Toyota buatan Indonesia turut dipasarkan ke lebih dari 100 negara tujuan ekspor. Ekosistem industri yang dibangun Toyota di Indonesia diperkirakan melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja, mulai dari proses produksi, distribusi, rantai pasok, hingga layanan purnajual, ini didukung oleh lebih dari 240 pemasok Tier-1 serta sekitar 520 pemasok Tier-2 dan Tier-3.
Capaian ini menegaskan posisi Indonesia yang telah berkembang dari sekadar pasar otomotif menjadi salah satu basis produksi dan ekspor penting Toyota untuk pasar global.
Dari sisi kinerja penjualan, wholesales Toyota sepanjang Januari-Agustus 2026 tercatat lebih dari 175 ribu unit, tumbuh 9% secara tahunan. Yang menarik, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus melonjak 86% hingga Agustus 2026, dengan volume penjualan menembus lebih dari 38.000 unit, ini menandakan minat pasar domestik terhadap kendaraan ramah lingkungan yang terus meningkat.
Di sektor elektrifikasi, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebelumnya juga telah menjalin kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar Rp1,3 triliun. Kerja sama ini mencakup pengembangan sel dan modul baterai, dan Indonesia diproyeksikan menjadi basis ekspor baterai Toyota ke pasar global mulai semester II 2026.
Capaian investasi dan produksi lokal Toyota ini turut menjadi rujukan pemerintah dalam upaya memperkuat daya saing industri otomotif nasional. Presiden Toyota Motor Corporation, Koji Sato, sebelumnya juga menegaskan komitmen memperkuat peran Indonesia sebagai pusat Research and Development (R&D) dan basis ekspor Toyota untuk kawasan Global South, seiring pencapaian produksi 10 juta unit kendaraan di Indonesia sejak Toyota pertama kali beroperasi.
Belum ada komentar yang ditayangkan.