Rabu, 21 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Dari M-Paspor hingga Data Lapas, Kemenko Kumham Imipas Susun Lima Jurus Digitalisasi Layanan Hukum ◆ DFSK Membawa E5 Plus Susuri Jakarta-Surabaya-Bali untuk Membuktikan Kemampuan PHEV di Jalan Nyata ◆ Aksara Daerah Dibidik Jadi Aset Ekonomi Baru Lewat Kolaborasi Kemenekraf dan PANDI ◆ Dipimpin Norwegia dan Finlandia, Koalisi 20 Negara Desak PBB Bentuk Badan Pengawas AI ◆ Dorong Konversi Motor Bensin ke Listrik, Pemerintah Bidik Kemandirian Energi
OTOMOTIF

Gelombang Teknologi AI dan Chip Ubah Peta Persaingan Otomotif Nasional

Pemerintah menyatakan industri otomotif nasional perlu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor. Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan hal ini dalam pertemuan bisnis bersama pelaku industri otomotif dan mitra Jepang di Nagoya. Indonesia telah menjalin kerja sama dengan ARM dan bergabung dalam WAICO untuk memperkuat penguasaan teknologi, SDM, dan rantai pasok industri.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 21 Oktober 2026, 14:34 WIB · Diperbarui 21 Oktober 2026, 22:24 WIB · 3 dibaca
Pertemuan Bisnis dengan Pelaku Industri Otomotif dan Mitra Jepang
— Foto: ekon.go.id

NAGOYA, DigiTVNews.com -- Industri otomotif Indonesia mulai menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat, seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dan semikonduktor pada kendaraan generasi baru. Perkembangan tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan pelaku industri otomotif Indonesia dan mitra Jepang dalam Business Discussion Lunch di Nagoya, Jepang, Sabtu (20/9/2026). Pemerintah menegaskan industri otomotif nasional perlu beradaptasi dengan perkembangan AI dan semikonduktor mengingat pentingnya kecanggihan teknologi dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.

Menurut Susiwijono, penguatan daya saing industri membutuhkan penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta ekosistem rantai pasok yang kuat. "Dari rangkaian kunjungan dan pertemuan bisnis di Nagoya ini memperlihatkan satu benang merah yang jelas bahwa daya saing industri dibangun dari perpaduan antara penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok yang kokoh," ujar Susiwijono.

Pemerintah saat ini membuka peluang kerja sama internasional untuk mengembangkan sektor teknologi baru, termasuk AI dan semikonduktor. Selain penguasaan teknologi, pemerintah juga menilai penguatan rantai pasok dan kapasitas SDM diperlukan agar industri nasional dapat menangkap peluang dari perubahan teknologi tersebut.

Perubahan teknologi ini berlangsung bersamaan dengan transformasi industri otomotif menuju kendaraan elektrifikasi. Kendaraan listrik membutuhkan berbagai komponen elektronik dan sistem kendali yang semakin kompleks, sehingga perkembangan teknologi semikonduktor menjadi bagian penting dari perubahan rantai pasok otomotif.

Selain pengembangan teknologi, pemerintah melihat penguatan industri manufaktur presisi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem tersebut. Dalam kunjungan ke perusahaan manufaktur presisi Kouwa-Tec di Nagoya pada 18 September 2026, pemerintah membahas peluang investasi, transfer teknologi, serta pengembangan SDM. Pembahasan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan ekosistem semikonduktor Indonesia, termasuk penjajakan Indonesia-Japan Joint Roadmap on Semiconductor Industry.

Indonesia telah menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi ARM pada awal 2026 dan menjadi anggota World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Pemerintah juga tengah melakukan penjajakan dan komunikasi dengan PAX Silica untuk memperluas kerja sama di bidang teknologi.

Susiwijono menerangkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam berbagai kerja sama dan forum global tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ekonomi, termasuk mendukung perkembangan industri otomotif yang semakin bergantung pada teknologi berbasis AI dan semikonduktor.

Di sisi lain, tantangan pasokan chip semikonduktor global masih menjadi ancaman nyata bagi industri otomotif. Lonjakan kebutuhan chip untuk sektor AI turut menekan pasokan yang sudah terbatas bagi sektor otomotif, dengan sekitar 70 persen produksi chip memori dunia pada 2026 tersedot ke kebutuhan AI, khususnya untuk jenis High Bandwidth Memory (HBM) yang digunakan pada akselerator AI seperti GPU generasi terbaru.

Kondisi ini sempat berdampak nyata pada sejumlah produsen otomotif global. Beberapa pemasok komponen otomotif dilaporkan harus memangkas jam kerja produksi dan mencari sumber pasokan alternatif akibat minimnya stok chip, mengingat spesifikasi teknis chip semikonduktor untuk kendaraan yang sangat spesifik dan sulit digantikan begitu saja oleh produk dari vendor lain.

Dengan kombinasi tantangan pasokan global dan tuntutan adaptasi teknologi yang semakin cepat, pemerintah menilai penguatan kerja sama internasional serta pembangunan ekosistem teknologi dalam negeri menjadi kunci agar industri otomotif Indonesia mampu menjaga daya saing di tengah transformasi menuju kendaraan generasi baru yang semakin bergantung pada AI dan semikonduktor.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter