Kamis, 01 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Jakarta Buka Pintu Gratis Bagi Enam Kelompok Baru Pengguna Angkutan Umum ◆ Pekan Pertama Jadi Menkeu, Suahasil Langsung Diuji Pasar di Tengah Badai The Fed dan Harga Minyak ◆ Delapan Anak Pencari Bendera Pusaka Akan Diperankan Pemain Sungguhan dalam Versi Baru Merah Putih One for All ◆ Musuh Utamanya Manusia, Bukan Hantu, Empat Jurnalis Perempuan Adu Nyali di Memburu Pemangsa ◆ Netflix Angkat Lagi Rekayasa di Balik Kematian Brigadir J
TEKNOLOGI

Era 5 GHz di Ponsel Android Dimulai, Qualcomm Kenalkan Duet Snapdragon 8 Elite Gen 6 Berfabrikasi 2nm

Qualcomm meluncurkan dua chip flagship sekaligus, Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Extreme Gen 6. Keduanya berbasis 2nm dengan CPU hingga 5 GHz. Xiaomi menjadi yang pertama merilis ponselnya.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 30 September 2026, 12:24 WIB · Diperbarui 01 Oktober 2026, 02:15 WIB · 6 dibaca
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Mobile Platform
— Foto: qualcomm.com

DigiTVNews.com -- Qualcomm resmi memperkenalkan dua chip flagship terbarunya, Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, pada Snapdragon Summit 2026 di Maui, Hawaii, Amerika Serikat. Ajang yang berlangsung 22-24 September itu menjadi panggung peluncuran pertama Qualcomm yang menghadirkan dua platform flagship sekaligus, alih-alih satu chip per tahun.

Senior Vice President dan General Manager Mobile Handsets Qualcomm, Chris Patrick, menyebut peluncuran dua platform ini sebagai tonggak penting. Menurutnya, strategi multi-flagship membantu Qualcomm membawa inovasi AI terbaru ke lebih banyak perangkat premium.

Kedua chip dibangun dengan proses 2nm TSMC dan CPU Oryon berkonfigurasi 2+6, yakni dua inti utama berkecepatan hingga 5 GHz dan enam inti performa hingga 4 GHz. Android Authority menyebutnya sebagai prosesor ponsel pertama dengan CPU 5 GHz. Sebagai pembanding, Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk Galaxy berada di 4,74 GHz.

Qualcomm mengklaim performa CPU Snapdragon 8 Elite Gen 6 naik 10 persen dan varian Extreme naik 13 persen dari generasi sebelumnya. Efisiensi daya CPU diklaim membaik 37 persen. Seluruh angka ini masih klaim pabrikan dan belum diuji secara independen.

Untuk grafis, Qualcomm menyebut GPU Adreno di kedua chip 40 persen lebih efisien. Kenaikan performanya 35 persen pada Gen 6 dan 44 persen pada Extreme. Varian Extreme juga membawa Matrix Cores dan fitur Adreno Neural Fusion, yang memakai AI untuk super resolution dan frame generation. Versi standar tidak memiliki Matrix Cores maupun memori Adreno HBM khusus.

Pada sisi AI, keduanya mengandalkan Hexagon NPU yang dirancang untuk AI agentik, yaitu asisten di perangkat yang memahami konteks dan bertindak tanpa perlu diperintah berulang. Varian Extreme menambah memori bersama 50 persen lebih besar. Dengan itu, chip ini diklaim mampu menjalankan model mixture-of-experts hingga 30 miliar parameter. Peningkatan performa NPU dilaporkan 35 persen pada Extreme, sementara Engadget menulis 14 persen pada versi standar.

Kedua chip memakai ISP Spectra dengan teknologi Intelligent Pixel Control yang memahami adegan hingga level piksel, serta mendukung tiga kamera 64MP. Fitur video paling tinggi hanya ada di Extreme, yaitu rekaman 8K 60 fps, slow-motion 4K 240 fps, serta dukungan codec APV dan VVC.

Di sisi konektivitas, keduanya dibekali modem Snapdragon X105 yang mendukung 3GPP Release 19 5G Advanced dan konektivitas satelit, dengan kecepatan unduh hingga 14,8 Gbps.

Xiaomi menjadi yang pertama. Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max resmi diluncurkan di China pada 23 September. Model Pro memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6, sedangkan Pro Max memakai varian Extreme. Harganya mulai CNY 5.999 untuk Pro dan CNY 6.999 untuk Pro Max di China.

Qualcomm menyebut HONOR, iQOO, Motorola, OnePlus, OPPO, REDMI, RedMagic, vivo, dan Xiaomi akan merilis ponsel dengan chip ini. Motorola Signature 27 akan memakai Extreme Gen 6, dan RedMagic 12 Pro disebut meluncur awal November. Samsung belum masuk daftar Qualcomm, meski Galaxy S27 diperkirakan memakai chip ini pada awal tahun depan.

Hingga kini belum ada informasi resmi soal harga dan jadwal ketersediaan perangkat berchip baru ini di Indonesia. Android Authority juga mencatat kekhawatiran kenaikan harga ponsel flagship, karena chip Extreme dikabarkan lebih mahal dan biaya komponen lain ikut naik.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter