JAKARTA, DigiTVNews.com -- Automechanika Jakarta 2026 (AMJKT) akan digelar untuk pertama kalinya pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran yang berfokus pada komponen, aftermarket, peralatan bengkel, teknologi, dan layanan otomotif ini menghadirkan 339 eksibitor dari Indonesia dan mancanegara.
Indonesia menjadi negara ke-15 yang menjadi tuan rumah Automechanika. Di Asia, pameran ini sebelumnya sudah digelar di Shanghai, Kuala Lumpur, dan Ho Chi Minh City. Penyelenggara adalah Messe Frankfurt (HK) bersama Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM).
Pameran menempati area 20.800 meter persegi yang terdiri atas empat hall indoor dan area outdoor. Sekitar 60 persen peserta berasal dari dalam negeri dan 40 persen dari luar negeri. Peserta asing hadir lewat paviliun dari Tiongkok, Uni Eropa, India, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Nama besar yang terdaftar antara lain Bosch Service, Denso, Mahle, Schaeffler, SKF, dan Snap-on.
Astra Otoparts Group menjadi strategic partner dengan membawa 25 perusahaan dalam satu area pameran. Produknya mencakup komponen mesin, sistem pengereman, suspensi, bearing, baterai, ban, serta komponen OEM dan aftermarket. Pameran ini juga didukung Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian UMKM.
Ketua GIAMM sekaligus Presiden Direktur PT Astra Otoparts Yusak Kristian menyebut industri komponen nasional sedang berada dalam fase dinamis akibat perubahan teknologi, kebutuhan pasar, dan persaingan dengan produk impor. Menurutnya, perkembangan kendaraan elektrifikasi membuka ruang bagi produsen komponen untuk berinovasi. Hal itu ia sampaikan dalam media briefing di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Pengurus GIAMM Gagat Prijawan mengatakan pameran ini diharapkan menjadi etalase bagi produsen manufaktur Indonesia. Keterlibatan industri lokal juga sejalan dengan permintaan Kemenperin agar porsi produk Indonesia tidak lebih kecil dibanding peserta asing. GIAMM menyiapkan seminar peta jalan industri otomotif nasional yang membahas upaya menarik investasi asing, sekaligus menampilkan perusahaan patungan Jepang yang sudah lama berbisnis di Indonesia. GIAMM juga berharap ajang ini menjadi pengalaman awal bagi perusahaan yang baru pertama kali ikut pameran internasional, karena produsen lokal bisa mengakses jaringan global tanpa harus berangkat ke luar negeri.
General Manager Messe Frankfurt HK Fiona Chiew menilai Indonesia punya potensi pasar yang menarik bagi industri komponen. Menurutnya, setelah pelaku industri Indonesia lama hadir di berbagai Automechanika dunia, kini saatnya jaringan itu dibawa langsung ke dalam negeri.
Selain pameran, penyelenggara menyiapkan sejumlah program pendukung:
1. Automotive Mobility Solutions Conference membahas elektrifikasi, Industri 4.0, mobilitas berbasis AI, manajemen armada, ketertelusuran suku cadang purnajual, hingga pemanfaatan baterai second-life.
2. Supply Chain Collaboration Forum menyoroti ambisi menjadikan Indonesia pusat manufaktur kendaraan regional, peran insentif investasi, dan inisiatif pemberdayaan UKM oleh GAIKINDO.
3. Tech & Skills Workshop and Xperience Zone memberi pelatihan bagi teknisi menghadapi transisi kendaraan listrik, dengan aktivitas seperti pengelasan titik dan pengecatan berbasis VR.
4. Business Matching Programme pada 24–25 September mempertemukan pembeli dan eksibitor lewat pertemuan satu lawan satu.
5. autoFEST@JKT menghadirkan balap simulator AMJKT Grand Prix Cup, Car Slalom Test, pameran mobil klasik, Auto Bazaar untuk komponen langka, dan Auto Service Day dengan layanan wheel alignment serta pengisian nitrogen gratis.
Pameran terbuka bagi pengunjung tanpa dipungut biaya, dengan pendaftaran daring melalui situs penyelenggara, automechanika-jakarta.com.
Belum ada komentar yang ditayangkan.